TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek pada Senin (2/11/2026) memicu rentetan bencana hidrometeorologi. BPBD Trenggalek mencatat lima kecamatan terdampak tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan rekapitulasi Pusdalops BPBD hingga petang, bencana meliputi empat titik longsor, tiga titik pohon tumbang, dan dua kejadian kerusakan infrastruktur publik.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, memaparkan rincian laporan dari sejumlah wilayah terdampak cuaca buruk tersebut.
“Hari ini, sampai hari ini, ter-update laporan yang masuk di Pusdalops BPBD terjadi di lima kecamatan. Kemudian ada empat titik tanah longsor, tiga pohon tumbang, dan dua kejadian infrastruktur,” ungkap Stefanus.
Longsor Rusak Fasilitas Sekolah dan Infrastruktur Jalan
Bencana longsor merusak sejumlah fasilitas pemerintah maupun milik warga. Di sektor pendidikan, longsor menerjang kawasan SDN 2 Pandean, Kecamatan Dongko.
Material longsor merobohkan plengsengan dan pagar pembatas sekolah sepanjang kurang lebih 10 meter. Struktur tersebut memiliki ketinggian sekitar tiga meter.
Kerusakan infrastruktur juga terjadi di Dusun Joketro, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul. Arus air menggerus talud penahan jalan berbentuk konstruksi bronjong hingga ambrol sepanjang 12 meter dan setinggi 10 meter.
Di Kecamatan Kampak, material longsor menerjang permukiman warga hingga menjebol tembok bagian dapur rumah.
Sementara itu, banjir bandang di Kecamatan Munjungan merobohkan tiang penyangga utama Jembatan Nayu, Desa Karangturi. Aparat desa akhirnya menutup total akses tersebut.
Penutupan jembatan berdampak terhadap mobilitas ribuan warga di tiga dusun.
“Plengsengan sekolahan, kemudian tiang jembatan di Munjungan yang ambruk,” jelas Stefanus.
Tiga Titik Pohon Tumbang, Pengendara Motor Terluka
Selain longsor, angin kencang saat hujan deras juga merobohkan sejumlah pohon besar di tiga lokasi berbeda.
Berikut rincian kejadian pohon tumbang berdasarkan laporan BPBD:
- Jalur Panggul-Dongko: Pohon akasia, dua pohon juar, dan satu pohon pinus tumbang di Dusun Kasian, Desa Ngrencak. Pohon-pohon tersebut sempat menutup badan jalan.
- Jalur Raya Durenan-Trenggalek: Pohon trembesi berukuran besar tumbang di Desa Kendalrejo. Pohon tersebut menimpa seorang pengendara motor perempuan berusia 23 tahun hingga mengalami luka-luka.
- Jalan Baru Menuju Agro: Pohon trembesi tumbang di Dusun Krajan, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak. Kejadian tersebut mengganggu arus lalu lintas setempat.
BPBD memastikan rangkaian bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, satu pengendara motor mengalami luka ringan akibat tertimpa pohon di wilayah Durenan.
Petugas langsung membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sampai saat ini negatif. Tidak ada korban jiwa,” tegas Stefanus.
BPBD Bersama PUPR Lakukan Asesmen dan Penanganan Darurat
Menindaklanjuti laporan bencana, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Dinas PUPR, TNI, Polri, dan relawan langsung turun ke sejumlah lokasi.
Petugas melakukan asesmen kerusakan, membersihkan material longsor, serta mengevakuasi batang pohon yang menghalangi jalan.
“Ya, tentunya kita bersama PUPR asesmen di lapangan, kemudian memberikan dukungan bantuan yang terdampak,” ujarnya.
Selain menangani kondisi darurat, BPBD Trenggalek juga merekapitulasi data warga terdampak banjir dan longsor sebelumnya di wilayah Munjungan.
Data sementara mencatat sekitar 38 kepala keluarga (KK) dengan ratusan jiwa membutuhkan bantuan pemerintah.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan deras masih berisiko memicu longsor susulan, terutama di kawasan rawan bencana.
Masyarakat juga perlu mewaspadai jalur-jalur yang memiliki banyak pepohonan tinggi untuk mengantisipasi pohon tumbang.(CIA)
Views: 6

















