CKG Anak Sekolah Trenggalek Ungkap Tiga Masalah Kesehatan yang Paling Sering Ditemukan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek menggunakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah untuk mendeteksi berbagai gangguan kesehatan siswa.

Program ini tidak hanya mengejar jumlah peserta. Petugas juga memanfaatkan pemeriksaan untuk menemukan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kondisi siswa.

Hasil rekapitulasi pemeriksaan menunjukkan tiga kelompok masalah kesehatan yang paling sering ditemukan. Masalah tersebut meliputi gigi, telinga, dan mata.

Plt Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan karies gigi menjadi temuan yang paling banyak muncul pada pemeriksaan siswa.

“Rata-rata anak sekolah itu paling banyak mengalami karies gigi,” jelas Andiek Muarifin.

Selain karies gigi, tenaga kesehatan menemukan penumpukan kotoran telinga atau serumen. Petugas juga menemukan gangguan penglihatan atau refraksi mata.

Pemeriksaan Menjadi Dasar Tindak Lanjut

Dinkes Trenggalek melibatkan tim kesehatan dari berbagai bidang untuk menjalankan CKG. Dokter, perawat, analis laboratorium, dan tenaga kesehatan pendukung turun langsung ke sekolah.

Petugas kemudian memeriksa kondisi kesehatan siswa sesuai kebutuhan. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan penanganan berikutnya.

Andiek menjelaskan bahwa petugas tidak otomatis merujuk seluruh temuan ke rumah sakit. Tim menyesuaikan penanganan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing siswa.

“Apabila kasusnya cukup ditangani di Puskesmas, petugas akan menjadwalkan tindakan lanjutan di Puskesmas setempat,” terangnya.

Untuk kasus yang membutuhkan pemeriksaan dokter spesialis, petugas mengarahkan siswa ke rumah sakit rujukan.

Petugas Tindak Lanjuti Temuan CKG

Petugas medis memverifikasi setiap hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah berikutnya. Dengan cara ini, CKG tidak berhenti pada pencatatan hasil pemeriksaan.

Tim Puskesmas menyesuaikan pelayanan dengan kondisi masing-masing anak. Pada kondisi tertentu, petugas dapat memberikan tindakan medis ringan langsung di sekolah.

Namun, petugas tetap mempertimbangkan kondisi fisik anak. Mereka juga membutuhkan izin tertulis dari orang tua sebelum melakukan tindakan.

“Begitu menemukan indikasi penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan mengidentifikasinya terlebih dahulu,” kata Andiek.

Puskesmas kemudian menentukan bentuk pelayanan berdasarkan hasil identifikasi tersebut.

Dinkes Kejar Capaian CKG 100 Persen

Dinkes PPKB Trenggalek menargetkan pelaksanaan CKG anak sekolah menjangkau seluruh sasaran hingga 100 persen. Target tersebut melampaui sasaran awal pemerintah yang berada di kisaran 60 persen.

Meski capaian awal sudah melewati target minimum, sejumlah siswa belum mengikuti pemeriksaan karena tidak hadir saat jadwal berlangsung.

Puskesmas akan menggelar pemeriksaan susulan bagi siswa yang belum mengikuti CKG. Pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan Puskesmas untuk menentukan jadwal pemeriksaan berikutnya.

Andiek mengatakan Pemkab Trenggalek juga akan melanjutkan CKG anak sekolah sebagai agenda rutin setiap tahun.

“Program CKG ini akan terus kita gulirkan setiap tahun secara rutin,” pungkasnya.(CIA)

Views: 7