Serunya Jalan Sehat Bersarungan Hari Santri Trenggalek, Puluhan Ribu Tiket Ludes Diserbu Peserta

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Sebanyak 20 ribu peserta memadati Alun-Alun Trenggalek untuk mengikuti Jalan Sehat Bersarungan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Tingginya antusiasme masyarakat membuat seluruh kupon undian yang disiapkan panitia habis terjual atau ludes.

Peserta datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Trenggalek. Mereka terdiri dari santri pondok pesantren, pelajar madrasah, jemaah berbagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), hingga masyarakat umum.

Para peserta pria mengenakan sarung dengan atasan busana muslim. Sementara itu, peserta perempuan tampil dengan busana muslimah.

Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, Sukarodin, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Panitia bikin kupon atau karcis sejumlah 20.000 kupon. Habis semuanya, ludes,” ungkap Sukarodin.

Start dan Finish Terpusat di Alun-Alun Trenggalek

Panitia menghadirkan konsep berbeda dalam penyelenggaraan Jalan Sehat Bersarungan tahun ini. Mereka memusatkan titik start dan finish di kawasan Alun-Alun Trenggalek.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, panitia menggunakan lokasi berbeda untuk titik awal dan akhir perjalanan. Konsep tahun ini membuat konsentrasi peserta lebih terpusat.

Panitia juga mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan pasar rakyat yang berlangsung di kawasan alun-alun. Kehadiran pasar rakyat turut menambah semarak peringatan Hari Santri Nasional.

Sejumlah pengurus PCNU Trenggalek turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka di antaranya Rais Syuriah KH.Mastur Ali, Ketua Tanfidziyah KH Yusuful Hamdani, Sukarodin, serta pengurus MWC NU, ranting, dan anak ranting.

Seluruh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Trenggalek juga ikut membaur bersama masyarakat. Mereka mengikuti rute jalan sehat hingga kegiatan berakhir.

Jalan Sehat Ikut Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal

Jalan Sehat Bersarungan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan menjaga kebugaran. Panitia juga menghadirkan kegiatan ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Panitia menyediakan stan khusus bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar alun-alun. Mereka menjajakan berbagai produk kuliner dan merchandise kepada pengunjung.

Kehadiran ribuan peserta membuka peluang transaksi bagi para pelaku usaha lokal. Aktivitas tersebut sekaligus menghidupkan ekonomi kreatif di kawasan pusat kota.

Dengan konsep ini, peringatan Hari Santri tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan. Momentum tersebut juga membuka ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM Trenggalek.

Sukarodin Dorong Santri Jadi Agen Perubahan

Di sela kegiatan, Sukarodin mengajak generasi muda Islam memaknai Hari Santri secara lebih mendalam. Menurutnya, santri harus menguasai ilmu agama sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga mendorong santri mengambil peran sebagai pelopor kebaikan dan perubahan di tengah masyarakat.

“Santri menjadi pelopor kebaikan, pelopor perubahan, dan menjadi agen perubahan,” tegas Sukarodin.

Tingginya partisipasi masyarakat tahun ini menjadi modal bagi panitia untuk mengembangkan kegiatan serupa. Panitia berkomitmen menghadirkan Jalan Sehat Bersarungan dengan skala lebih besar pada peringatan Hari Santri mendatang.(CIA)

 

Views: 7