SD Inovatif Trenggalek Terapkan 5 Hari Sekolah Sejak 2017, Siswa Belajar Hingga 15.30 WIB Tanpa PR

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – SD Inovatif Trenggalek telah menerapkan sistem lima hari sekolah sejak tahun ajaran 2017–2018. Sekolah swasta ini menjalankan sistem tersebut jauh sebelum Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek mematangkan konsep serupa untuk sekolah negeri.

Selama hampir satu dekade, SD Inovatif menggabungkan kurikulum nasional, penguatan karakter keagamaan, dan pembelajaran tuntas di sekolah. Sistem ini juga memungkinkan siswa menikmati waktu di rumah tanpa terbebani pekerjaan rumah (PR) rutin.

Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi, menjelaskan bahwa pihak sekolah merancang sistem lima hari sekolah melalui perencanaan dan kajian akademis.

“Penerapan lima hari sekolah itu sudah berjalan sejak tahun ajaran 2017-2018. Jadi, semuanya bukan asal menentukan saja, melainkan melalui perencanaan yang matang dari pihak sekolah,” ujar Ikhsan.

Atur Jam Belajar dan Perkuat Pendidikan Karakter

SD Inovatif menyusun jadwal harian siswa secara terstruktur. Siswa memulai kegiatan pukul 06.45 WIB dengan pembiasaan karakter, kemudian mengikuti pembelajaran formal mulai pukul 08.00 WIB.

Sekolah mengatur waktu kepulangan berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1–3 menyelesaikan kegiatan sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara itu, siswa kelas 4–6 mengikuti kegiatan hingga pukul 15.30 WIB dan mengakhiri aktivitas dengan salat Asar berjemaah.

Selain mempelajari materi akademik, siswa mengikuti kegiatan makan siang bersama dan penguatan pendidikan agama. Sekolah juga membiasakan siswa mengikuti kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta salat berjemaah.

Ikhsan menegaskan bahwa sekolah telah menyesuaikan durasi pembelajaran mingguan dengan ketentuan minimal 37,5 jam pelajaran. Ia juga menyebut instansi berwenang telah mengesahkan penerapan sistem tersebut.

Tuntaskan Pembelajaran di Sekolah, Siswa Bebas PR Rutin

Salah satu keunggulan sistem lima hari sekolah di SD Inovatif terletak pada pengelolaan waktu belajar. Guru memaksimalkan pemahaman materi dan penyelesaian tugas selama kegiatan belajar di sekolah.

Dengan pola tersebut, siswa dapat menikmati waktu malam dan akhir pekan bersama keluarga tanpa beban PR rutin.

“Kami upayakan setiap kelas semua pembelajaran tuntas di sekolah, sehingga tidak ada PR dari kelas 1 sampai kelas 6,” tegas Ikhsan.

Meski demikian, sekolah tetap memberikan latihan di rumah secara khusus kepada siswa tertentu yang membutuhkan pendalaman kemampuan menulis. Ikhsan menegaskan bahwa tugas tersebut bukan penugasan rutin untuk seluruh siswa.

Lebih dari 80 Persen Wali Murid Setuju

SD Inovatif juga melibatkan orang tua sebelum menerapkan sistem lima hari sekolah pada 2017. Pihak sekolah menggelar jajak pendapat tertulis kepada wali murid siswa kelas 1 hingga 6.

Hasil jajak pendapat menunjukkan lebih dari 80 persen wali murid menyetujui penerapan sistem tersebut. Menurut Ikhsan, dukungan orang tua tetap terjaga karena sekolah memberikan pendampingan akademik dan keagamaan secara terintegrasi.

“Wali murid sangat mendukung karena anak-anak sudah mendapatkan porsi ngaji, salat berjemaah, dan pembiasaan positif secara lengkap di sekolah. Orang tua pun merasa tenang setibanya anak di rumah,” pungkas Ikhsan.(CIA)

Views: 4