TRENGGALEK, bioztv.id – Kabupaten Trenggalek diprediksi belum menerima hujan setidaknya selama 10 hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi hari tanpa hujan ini masih berlanjut.
Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang dampak musim kemarau dan mengancam ketersediaan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. Menyikapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mulai berkoordinasi untuk menyiapkan kemungkinan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan bahwa prakiraan BMKG menunjukkan kondisi kekeringan masih berlanjut.
“Kalau melihat perkiraan dari BMKG, dampak hari tanpa hujan 10 hari ke depan di wilayah Kabupaten Trenggalek ini masih belum ada hujan,” ujar Triadi.
BPBD Koordinasikan Modifikasi Cuaca
Untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang, BPBD Trenggalek berkoordinasi dengan sejumlah instansi teknis pengelola sumber daya air. Koordinasi tersebut melibatkan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Melalui koordinasi ini, BPBD membahas kesiapan operasi modifikasi cuaca, termasuk ketersediaan awan potensial dan dukungan teknis yang diperlukan.
“Kami kemarin sudah koordinasi dengan PU SDA Brantas atau Balai Besar. Semoga beberapa hari ini, kalau kondisi awan mendukung, ada kerja sama untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” terang Triadi.
Namun, pelaksanaan operasi tersebut bergantung pada kondisi atmosfer. Kelembapan udara dan potensi pertumbuhan awan hujan menjadi faktor penting dalam menentukan kemungkinan pelaksanaan penyemaian bahan tertentu ke awan.
Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan teknis operasi modifikasi cuaca di wilayah Trenggalek.
Musim Hujan Diprediksi Mulai Awal Desember
Triadi mengakui musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dari perkiraan awal. Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan distribusi air bersih bagi warga di sejumlah desa rawan kekeringan.
Berdasarkan proyeksi iklim BMKG yang disampaikan Triadi, musim hujan di Trenggalek diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap pada awal hingga pertengahan Desember.
“Musim hujan diprediksi baru mulai pada pekan pertama atau kedua Desember,” lanjutnya.
Sambil menunggu perubahan cuaca, BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih. Warga juga perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama kondisi kering masih berlangsung.
Kepastian pelaksanaan modifikasi cuaca dan perkembangan hujan dalam beberapa hari mendatang akan menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi dampak kekeringan di Trenggalek.(CIA)
Views: 7

















