Modal Swadaya, 4 Pesilat Pelajar Trenggalek Bawa Pulang Lima Medali Kejuaraan Internasional

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idEmpat pesilat pelajar asal Trenggalek membawa pulang lima medali dari kejuaraan pencak silat internasional di Jakarta. Mereka meraih tiga medali emas dan dua perak. Para atlet Satria Dirandra itu hanya menjalani persiapan sekitar dua minggu sebelum bertanding.

Kejuaraan tersebut juga menjadi pengalaman internasional pertama bagi Perguruan Satria Dirandra Trenggalek.

Empat Atlet Raih Lima Medali

Keempat pesilat mengikuti 4th International Indonesian Open Pencak Silat Championship 2026. Kejuaraan itu berlangsung pada 14 hingga 21 September 2026 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta.

Satria Dirandra menurunkan empat atlet dalam lima nomor pertandingan. Mereka terdiri dari Aisya Madina Maheswari, Hafidzah Aulia Putri, Ammar Bahir Arkana, dan Nadhifin Agna Al Hilmiy. Hafidzah Aulia Putri meraih dua medali emas dari kategori tanding dan seni.

“Hafidzah mengikuti dua kategori, yakni tanding dan seni, dan berhasil meraih dua medali emas,” beber Pelatih Satria Dirandra Trenggalek, Reny Mintarti.

Aisya Madina Maheswari menambah satu emas dari nomor tanding kelas remaja kategori B.

Sementara itu, Nadhifin Agna Al Hilmiy meraih perak pada kelas pra-remaja kategori E.

Ammar Bahir Arkana juga meraih perak dari kategori seni tunggal pra-remaja putra.

Lawan Pesilat dari Malaysia hingga Spanyol

Kejuaraan tersebut mempertemukan ribuan pesilat dari berbagai perguruan di Indonesia.

Sejumlah klub dari luar negeri juga mengirimkan atlet. Peserta mancanegara antara lain datang dari Malaysia, Spanyol, dan Thailand.

“Pesertanya datang dari hampir semua perguruan di Indonesia. Beberapa klub luar negeri juga ikut ambil bagian, seperti dari Malaysia, Spanyol, dan Thailand,” ujar Reny Mintarti.

Bagi Satria Dirandra, kejuaraan tersebut menjadi pengalaman pertama mengikuti kompetisi bertaraf International Open.

“Anak-anak sebenarnya sudah sering mengikuti lomba, tetapi untuk kelas International Open baru kali ini kami ambil bagian,” imbuh Reny.

Persiapan Hanya Dua Minggu

Reny mengatakan tim pelatih tidak memasang target tinggi sebelum berangkat ke Jakarta.

Tim hanya menjalani latihan intensif selama sekitar dua minggu. Waktu tersebut cukup singkat untuk menghadapi kejuaraan internasional.

“Kami berangkat modal bismillah dengan persiapan latihan seadanya. Pendaftaran acara memang terhitung mendadak, jadi masa persiapan kami hanya sekitar dua minggu,” ungkap Reny.

Meski waktu latihan terbatas, pengalaman bertanding di tingkat lokal dan nasional membantu para atlet menghadapi persaingan. Pengalaman tersebut juga membantu mereka membangun mental saat menghadapi lawan di arena.

Atlet Bagi Waktu Sekolah dan Latihan

Keempat pesilat masih berstatus pelajar. Mereka harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan latihan di padepokan. Dalam kondisi normal, mereka berlatih dua kali dalam sepekan.

Tim pelatih meningkatkan intensitas latihan setiap hari saat memasuki masa persiapan kejuaraan.

“Status mereka masih anak sekolah, jadi jadwal latihan memang terbatas. Mereka harus meluangkan waktu dan membagi konsentrasi antara belajar dan persiapan lomba,” jelas Reny.

Orang tua juga mendukung perjuangan para atlet. Mereka membiayai keberangkatan anak-anaknya secara mandiri untuk mengikuti kejuaraan tersebut.

Satria Dirandra Bidik Kompetisi Internasional

Lima medali dari Jakarta menambah motivasi Satria Dirandra untuk mengembangkan para pesilat muda. Reny berharap hasil tersebut mendorong atlet terus meningkatkan kemampuan.

“Kami berharap pencapaian ini bisa memacu anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan, tidak cepat puas hanya di level lokal,” tuturnya.

Satria Dirandra juga berencana membawa para pesilat mengikuti kompetisi pembinaan yang lebih tinggi.

“Selanjutnya kami ingin merambah ke kejuaraan internasional lainnya. Siapa tahu anak-anak bisa go internasional menembus level dunia,” pungkas Reny.(CIA)

Views: 11