TRENGGALEK, bioztv.id — Mini soccer mulai membuka ruang pembinaan bagi pemain amatir dan komunitas sepak bola di Kabupaten Trenggalek.
Ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga rekreasi. Penyelenggara juga mengarahkannya sebagai jalur transisi menuju kompetisi sepak bola resmi.
Ajang Dispora Cup 2026 menunjukkan perkembangan tersebut. Sebanyak 36 tim ikut meramaikan turnamen ini.
Panitia juga membuka kepesertaan bagi klub amatir dan komunitas. Peserta tidak harus berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) atau klub yang berafiliasi dengan PSSI.
Format tersebut memberi ruang bagi pemain yang belum mengikuti pembinaan sepak bola secara formal.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan akses kompetisi tidak harus terbatas pada pemain lulusan akademi sepak bola.
“Tidak semua pemain merupakan lulusan SSB, dan tidak semua pegiat sepak bola memiliki klub formal,” ujar Bupati yang akrab menyapa dengan sebutan Mas Ipin tersebut.
Menurut Mas Ipin, mini soccer dapat menjadi ruang transisi bagi pemain futsal.
Melalui cabang ini, pemain dapat mengenal atmosfer pertandingan luar ruangan (outdoor) sebelum mengikuti kompetisi sepak bola lapangan besar.
“Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) mewadahi pemuda yang berada pada masa transisi, dari yang awalnya hanya hobi bermain futsal untuk melangkah lebih jauh,” imbuhnya.
Animo Peserta Capai 36 Tim
Dispora Cup Mini Soccer Trenggalek 2026 mulai bergulir pada 19 September dan dijadwalkan berakhir pada 27 September 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Danang Fredian, mengatakan jumlah peserta melampaui perkiraan awal panitia.
“Kami sebenarnya tidak menyangka animonya bakal seluar biasa ini, mengingat mini soccer terhitung sebagai cabang olahraga baru di Trenggalek,” kata Danang.
Sebanyak 36 tim mengikuti turnamen tersebut. Peserta berasal dari berbagai kelompok pemain amatir dan komunitas antardesa.
Danang mengatakan seluruh pertandingan berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti.
“Para peserta terbukti sangat haus akan kompetisi dan menyambut hangat hadirnya cabang olahraga baru ini,” tambahnya.
Mini Soccer Jembatani Pemain ke Sepak Bola
Dispora Cup tidak hanya mempertemukan komunitas dalam sebuah turnamen. Penyelenggara juga ingin menggunakan ajang ini untuk mengasah kemampuan pemain.
Mas Ipin berharap pemain yang menonjol di mini soccer dapat melanjutkan karier ke kompetisi sepak bola yang lebih tinggi.
“Ketika performa mereka di mini soccer sudah matang, mereka bisa mulai melangkah ke kompetisi internal untuk sepak bola lapangan besar,” tutur Mas Ipin.
Menurut Mas Ipin, pengembangan ekosistem olahraga membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah daerah, komunitas, klub internal, dan asosiasi olahraga perlu bekerja sama untuk mendukung perkembangan pemain.
“Untuk mengantarkan pemain mencapai puncak prestasi, tentu butuh kerja sama lintas sektor. Semoga langkah ini berjalan berkesinambungan,” harapnya.
Mas Ipin Ikut Bermain di Dispora Cup
Mas Ipin juga turun langsung dalam pertandingan Dispora Cup 2026.
Bupati Trenggalek itu memperkuat tim SS Garuda saat menghadapi KKGO Bharata.
SS Garuda meraih kemenangan 5-1 dalam pertandingan tersebut.
Kehadiran Mas Ipin di lapangan turut menunjukkan dukungan Pemkab Trenggalek terhadap perkembangan olahraga daerah.
Dispora Cup 2026 mempertemukan Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek.
Kedua pihak menggelar turnamen tersebut untuk membuka ruang kompetisi bagi pemain sepak bola nonformal.(CIA)
Views: 5
















