Penjualan BBM PT JET Naik, Laba Kotor SPBU Terminal Bus Semester I 2026 Tembus Rp1,3 Miliar

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) mencatat kenaikan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang Semester I 2026.

BUMD milik Pemkab Trenggalek itu menjual sekitar 3,8 juta liter BBM dalam enam bulan pertama 2026.

Volume tersebut meningkat dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai sekitar 3,3 juta liter.

Direktur PT JET, Mardianto Harahap, mengatakan kenaikan volume penjualan turut mendorong laba kotor perusahaan hingga Rp1,3 miliar.

“Pertumbuhan volume penjualan BBM kami sampai dengan pertengahan tahun ini mencapai sekitar 7 persen,” terang Mardianto Harahap.

Laba kotor Rp1,3 miliar itu meningkat dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai Rp1,28 miliar.

Namun, capaian tersebut masih berada di bawah target internal perusahaan sebesar Rp1,4 miliar.

BBM Bersubsidi Mendominasi Penjualan

Data penjualan sepanjang tahun anggaran 2025 menunjukkan PT JET menjual sekitar 6,98 juta liter BBM.

Pertalite menjadi produk dengan volume penjualan terbesar, yakni sekitar 3,8 juta liter.

Kemudian, Bio Solar menyumbang sekitar 1,9 juta liter dan Pertamax sekitar 1,1 juta liter.

Sementara itu, gabungan produk Dexlite dan Pertamina Dex mencatat penjualan sekitar 140 ribu liter.

Memasuki 2026, PT JET kembali mencatat kenaikan permintaan. Perusahaan menjual sekitar 3,8 juta liter BBM hanya dalam enam bulan pertama.

Mardianto menjelaskan kenaikan volume penjualan tidak langsung meningkatkan laba dalam jumlah besar.

Menurut dia, bisnis SPBU memiliki margin keuntungan yang relatif tipis.

“Margin keuntungan di SPBU tergolong sangat tipis, berkisar antara 3 hingga maksimal 4 persen untuk produk-produk tertentu,” ungkap Mardianto.

BBM non-subsidi memang menawarkan margin lebih besar. Namun, perubahan harga produk tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat.

PT JET juga mengikuti Audit ‘Pasti Pas’ Pertamina. Mardianto mengatakan kendala teknis pada peralatan SPBU dapat memengaruhi tingkat margin perusahaan hingga kembali ke level Basic.

Konsumen Beralih, Penjualan Pertalite Meningkat

PT JET melihat perubahan pola konsumsi BBM pada Semester II 2026.

Perubahan harga BBM non-subsidi mendorong sebagian pemilik kendaraan beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Peralihan tersebut turut meningkatkan volume konsumsi Pertalite di SPBU milik PT JET.

Kinerja keuangan perusahaan pada Juli dan Agustus 2026 juga menunjukkan perkembangan positif.

PT JET menargetkan laba kotor dua bulan sebesar Rp449 juta. Namun, perusahaan mencatat realisasi Rp548 juta.

Realisasi tersebut melampaui target sekitar Rp99 juta.

“Melihat tren dua bulan terakhir, saya sangat optimistis pencapaian kinerja di semester kedua ini mampu melampaui capaian semester pertama,” tegas Mardianto.(CIA)

Views: 18