TRENGGALEK, bioztv.id — Sekitar 130 hingga 150 siswa SMP memanfaatkan bus sekolah gratis milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek setiap hari. Namun, tingginya antusiasme pelajar belum mampu mendorong pemerintah memperluas layanan.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Trenggalek saat ini hanya mengoperasikan tiga kendaraan dinas. Armada tersebut terdiri dari dua bus sedang dan satu minibus Elf.
Ketiga armada itu melayani tiga rute utama. Keterbatasan kendaraan dan tenaga pengemudi membuat Disperkimhub belum bisa menghidupkan kembali rute Kecamatan Bendungan.
Kasi Manajemen Angkutan dan Keselamatan Disperkimhub Trenggalek, Didik Budi Susilo, mengatakan keterbatasan operasional menjadi kendala utama perluasan layanan bus sekolah gratis.
“Tingkat antusiasme para pelajar sebenarnya sangat tinggi. Namun, kami belum bisa mengakomodasi seluruh permintaan karena kapasitas kendaraan yang terbatas,” ungkap Didik.
Tiga Armada Baru Layani Tiga Rute
Sepanjang 2026, Disperkimhub Trenggalek mengandalkan dua bus dan satu minibus untuk mengantar dan menjemput siswa.
Ketiga kendaraan tersebut melayani tiga rute berikut:
- Rute 1: Menghubungkan Kecamatan Tugu dengan sejumlah sekolah menengah di kawasan perkotaan Trenggalek.
- Rute 2: Menghubungkan wilayah Dawuhan dengan pusat sekolah di Kecamatan Trenggalek.
- Rute 3: Menghubungkan kawasan Sumberdadi dengan kompleks sekolah di wilayah Kecamatan Trenggalek.
Disperkimhub sebelumnya sempat menjalankan trayek menuju Kecamatan Bendungan. Namun, kekurangan tenaga pengemudi membuat pemerintah menghentikan sementara layanan di rute tersebut.
“Dahulu armada kami sempat menjangkau Kecamatan Bendungan. Namun, karena kami masih kekurangan tenaga pengemudi, rute itu terpaksa belum bisa kami operasikan kembali,” jelas Didik.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menghadapi persoalan jumlah armada. Disperkimhub juga harus mengatasi keterbatasan tenaga pengemudi untuk memperluas layanan.
Kapasitas Armada Membatasi Jumlah Penumpang
Kapasitas kendaraan juga menjadi persoalan lain. Satu bus sekolah milik Disperkimhub menyediakan 27 kursi dan dapat membawa maksimal 10 penumpang berdiri.
Sementara itu, minibus Elf hanya memiliki 22 kursi penumpang.
Keterbatasan kapasitas membuat petugas harus mengatur jumlah penumpang setiap hari. Layanan saat ini mengutamakan siswa dari SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6 Trenggalek, serta SLB Bhayangkari.
“Jumlah siswa yang sanggup kami angkut memang masih relatif terbatas,” aku Didik.
Petugas mulai mengoperasikan bus sekolah pukul 06.15 WIB untuk mengantar siswa ke sekolah. Armada kemudian kembali menjemput siswa di titik kumpul sekolah sekitar pukul 13.00 WIB saat jam pulang.
Pemkab Siapkan Rp214 Juta untuk Operasional
Di tengah keterbatasan armada dan pengemudi, Pemkab Trenggalek tetap menyiapkan anggaran untuk menjaga layanan bus sekolah gratis.
Didik mengatakan pemerintah mengalokasikan sekitar Rp214 juta setiap tahun untuk operasional seluruh armada.
“Untuk menyokong operasional seluruh armada selama satu tahun, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp214 juta,” rincinya.
Sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah memilih BBM nonsubsidi untuk menjaga kondisi mesin kendaraan dinas.
Didik memastikan perubahan harga BBM tidak mengganggu operasional bus sekolah hingga akhir 2026.
“Kami menggunakan BBM nonsubsidi, sehingga alokasi anggaran ini masih terhitung aman hingga akhir tahun 2026,” tuturnya.(CIA)
Views: 10
















