TRENGGALEK, bioztv.id – Mobil pikap Mitsubishi L300 yang mengangkut rak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terjun ke dasar sungai sedalam tujuh meter di Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Trenggalek.
Kecelakaan tunggal itu terjadi di Jembatan Jongke, Jalan Raya Gandusari–Kedunglurah, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Pengemudi Samuji (57), warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, bersama penumpangnya, Agus Darmanto, mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Tim SAR gabungan mengevakuasi keduanya dalam kondisi sadar sebelum membawa mereka ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Pikap Mendadak Oleng dan Terjun dari Jembatan Jongke
Kapolsek Gandusari, AKP Suswanto, menjelaskan bahwa mobil bernomor polisi AG-8903-YM itu awalnya melaju dari arah barat menuju timur.
Samuji membawa rak KDMP yang hendak ia distribusikan ke kawasan Desa Sukorame.
Namun, ketika melintasi Jembatan Jongke, kendaraan tiba-tiba oleng ke kiri. Pikap kemudian menerobos tepi jembatan dan jatuh ke dasar sungai.
“Awalnya armada ini hendak mengirim rak KDMP dari arah barat menuju timur. Saat melintasi Jembatan Jongke, kendaraan mendadak oleng ke kiri lalu terjun ke sungai,” terang Suswanto, Rabu (19/8/2026).
Benturan dari ketinggian tujuh meter membuat bagian depan mobil ringsek. Kondisi tersebut juga menjepit Samuji dan Agus di dalam kabin.
Evakuasi 1,5 Jam, Petugas Keluarkan Korban dari Kabin
Posisi mobil yang berada di dasar sungai serta kondisi tebing yang curam menyulitkan proses evakuasi. Tim SAR gabungan segera turun ke dasar sungai untuk menyelamatkan kedua korban. Petugas bekerja sekitar satu setengah jam sebelum berhasil mengeluarkan Samuji dan Agus dari kabin sekitar pukul 19.30 WIB.
“Alhamdulillah, petugas berhasil mengevakuasi kedua korban dalam keadaan selamat, meski mereka menderita luka-luka di beberapa bagian tubuh,” ujar Suswanto.
Petugas medis mencatat Samuji mengalami memar parah pada dada kiri dan luka bakar pada kedua paha. Sementara itu, Agus mengalami luka lecet pada kaki kanan, memar pada kaki kiri, serta mengeluhkan sesak pada bagian dada.
Tim medis RSUD dr. Soedomo Trenggalek kemudian menangani kedua korban setelah ambulans tiba di rumah sakit.
Evakuasi Pikap dari Sungai Selama Dua Jam
Setelah mengevakuasi korban, tim gabungan melanjutkan pekerjaan dengan mengangkat Mitsubishi L300 dari dasar sungai.
Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menarik kendaraan yang mengalami kerusakan parah tersebut hingga kembali ke badan jalan.
“Petugas menuntaskan proses pengangkatan kendaraan sekitar pukul 21.30 WIB,” tambah AKP Suswanto.
Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Polisi Selidiki Penyebab Pikap Oleng di Jalan Mulus
Unit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek kini menangani penyelidikan kecelakaan tunggal tersebut.
Penyidik masih menggali penyebab kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali sebelum terjun ke sungai.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan kondisi jalan relatif lurus dan datar. Permukaan jalan juga beraspal mulus. Saat kecelakaan terjadi, cuaca cerah dan arus lalu lintas tergolong sedang.
Kondisi tersebut membuat polisi mengarahkan penyelidikan pada faktor teknis kendaraan maupun kondisi pengemudi saat membawa muatan rak KDMP.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab pikap tiba-tiba oleng sebelum jatuh dari Jembatan Jongke.(CIA)
Views: 108
















