TRENGGALEK, bioztv.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek mencatat 416 kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga September 2026. Kecelakaan tersebut menewaskan 39 orang dan menyebabkan 622 orang mengalami luka ringan.
Polisi tidak mencatat korban luka berat selama periode sembilan bulan tersebut.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Kharisma Afriansyah, mengatakan kelompok masyarakat produktif dan usia muda mendominasi korban kecelakaan.
“Korban kecelakaan terbanyak berasal dari sektor swasta, kemudian disusul kelompok pelajar yang didominasi remaja usia 18 hingga 19 tahun,” terang Kharisma.
Polisi Perkuat Edukasi Keselamatan di Sekolah
Tingginya keterlibatan pelajar mendorong Satlantas Polres Trenggalek memperkuat edukasi keselamatan berkendara (safety riding) di sekolah.
Petugas mengajak siswa membangun kebiasaan berkendara secara aman sejak dini.
“Edukasi ini menjadi sangat penting karena kelompok pelajar menyumbang porsi korban yang cukup signifikan dalam deretan kasus kecelakaan di Trenggalek,” jelas Kharisma.
Polisi juga mengevaluasi setiap lokasi kecelakaan untuk mengetahui faktor yang memicu insiden.
Polisi Evaluasi Kendaraan, Jalan, dan Perilaku Pengemudi
Kharisma menjelaskan polisi mengevaluasi tiga faktor utama dalam setiap kejadian kecelakaan.
Faktor tersebut meliputi kondisi kendaraan, sarana dan prasarana jalan, serta kelalaian pengemudi (human error).
“Evaluasi menyeluruh kami lakukan, mulai dari pemeriksaan fisik kendaraan, kelayakan sarana-prasarana jalan, hingga perilaku pengemudi saat berkendara,” tegas Kharisma.
Selain memberikan edukasi, Satlantas Polres Trenggalek juga menindak pelanggaran lalu lintas di lapangan.(CIA)
Views: 9
















