Jelang Muktamar 2026: Gus Zaki Minta NU Perhatikan Akar Rumput, Jangan Hanya Fokus Program Elit

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idMenjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Jombang, kritik dari akar rumput mulai menguat. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, H.M Izuddin Zaki atau Gus Zaki berharap forum tertinggi NU tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan. Ia berharap NU mengembalikan arah gerakan organisasi ke basis utamanya, yakni pesantren dan kiai kampung.

Gus Zaki menilai selama beberapa tahun terakhir NU lebih banyak menjalankan program berskala makro, membangun kerja sama dengan kalangan elite, serta memberi perhatian kepada tokoh yang telah memiliki kekuatan finansial maupun popularitas. Sementara itu, NU dinilainya belum memberi perhatian yang seimbang kepada pesantren kecil dan para kiai di desa.

“NU tidak usah bikin program yang macam-macam. Yang paling penting, bagaimana NU bisa menghidupkan kembali pesantren-pesantren kecil di bawah,” tegas Gus Zaki.

Ia menegaskan pengurus NU tidak boleh hanya memusatkan perhatian pada pondok pesantren besar. Menurutnya, organisasi harus memprioritaskan langgar, musala, serta para kiai kampung yang setiap hari mengajarkan Al-Qur’an dan menjaga denyut dakwah NU di tingkat akar rumput.

Kiai Kampung Kerap Luput dari Perhatian

Gus Zaki menyoroti pengabdian para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), pengajar Madrasah Diniyah (Madin), hingga imam musala yang selama ini mengajar dengan penuh keikhlasan. Namun, menurutnya, organisasi belum memberikan perhatian yang memadai kepada mereka.

Sebaliknya, lembaga atau tokoh yang telah mapan justru lebih mudah memperoleh dukungan pendanaan maupun fasilitas.

“Lembaga dan pesantren kecil yang mengabdi penuh keikhlasan ini justru tidak mendapatkan dukungan sama sekali dari organisasi,” sentilnya.

Ia berharap Muktamar NU 2026 mampu mengubah arah kebijakan organisasi agar lebih peka terhadap kebutuhan nyata warga Nahdliyin di tingkat desa.

Dorong Banom dan Lembaga NU Aktif Dampingi Warga

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Trenggalek itu meminta pengurus pusat memberdayakan seluruh badan otonom (banom) dan lembaga di lingkungan NU agar lebih aktif mendampingi masyarakat.

Ia menilai Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Ma’arif NU seharusnya menjadi ujung tombak dalam mendukung pesantren, musala, dan madrasah di desa.

“Pengurus tidak boleh lagi memandang LTMNU sebelah mata hanya karena menganggapnya bukan lembaga yang strategis,” cetus Gus Zaki.

Menurutnya, lembaga-lembaga NU dapat menyalurkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Hal hal kecil seperti membantu memperbaiki musala yang rusak hingga membantu biaya operasional sederhana, bissa lansgung dirasakan manfaatnya.

“Misalnya ada langgar yang kondisinya reot atau listriknya mati karena kehabisan pulsa token, lembaga NU harus hadir memfasilitasi kebutuhan itu,” bebernya.

Kembalikan Khittah Pesantren

Meski tidak terlibat dalam mekanisme komisi Muktamar NU yang menjadi kewenangan pengurus pusat dan banom tingkat atas. Gus Zaki tetap mengingatkan agar kepengurusan baru mampu merangkul seluruh elemen jamiyyah tanpa membeda-bedakan.

Ia menegaskan siapa pun yang terpilih memimpin NU harus mengembalikan fokus organisasi kepada khittah pesantren sebagai identitas utama Nahdlatul Ulama.

“Roh dan dasar NU itu ada di pesantren. Siapa pun yang memimpin kelak, kami berharap mereka bisa mengayomi dan benar-benar kembali ke basic perjuangan organisasi,” pungkasnya.(CIA)

Views: 4