TRENGGALEK, bioztv.id — Jajaran madrasah di Kabupaten Trenggalek terus berlomba menghadirkan inovasi layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan layanan antar-jemput siswa, sistem boarding school, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi. Kementerian Agama (Kemenag) Trenggalek pun memberi ruang seluas-luasnya bagi setiap madrasah untuk berkreasi.
“Kami justru mendorong setiap satuan pendidikan agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga mampu menjawab ekspektasi masyarakat,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Trenggalek, Mohammad Nur Ibadi.
Nur Ibadi menjelaskan, sejumlah madrasah di Trenggalek telah mengembangkan berbagai layanan tambahan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Sebagian madrasah menyediakan armada antar-jemput untuk membantu orang tua, sementara lainnya mengembangkan sistem asrama berbasis pesantren.
“Langkah nyata ini menunjukkan komitmen pengelola madrasah dalam menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Dorong Madrasah Melek Ekosistem Digital
Nur Ibadi menilai setiap madrasah menghadapi karakter wilayah dan tantangan yang berbeda. Karena itu, masing-masing lembaga bebas menentukan bentuk inovasi selama mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempermudah layanan bagi orang tua dan siswa.
Selain mengembangkan layanan fisik, Kemenag juga mendorong seluruh madrasah memanfaatkan ekosistem digital secara aktif. Menurutnya, media sosial bukan sekadar media promosi, tetapi juga menjadi ruang dakwah sekaligus sarana membangun karakter peserta didik.
“Kami membebaskan seluruh madrasah untuk terus berinovasi karena inovasi merupakan salah satu budaya kerja utama kami,” katanya.
Konten Digital Jadi Senjata Baru Bangun Citra Madrasah
Nur Ibadi memandang media sosial sebagai etalase yang efektif untuk memperkenalkan keunggulan madrasah kepada masyarakat. Karena itu, ia mengajak guru dan siswa rutin membuat konten edukatif yang tetap membawa nilai-nilai keislaman.
Ia mencontohkan berbagai materi seperti hafalan doa harian, Juz Amma, hingga kitab-kitab dasar Islam yang bisa dikemas dalam video pendek agar lebih menarik bagi generasi muda.
“Buat konten TikTok berisi materi pendidikan agama. Tampilkan hafalan Juz Amma atau kitab Aqidatul Awam, lalu unggah ke media sosial,” imbaunya.
Menurutnya, semakin aktif madrasah menyebarkan konten positif di media sosial, semakin besar pula peluang masyarakat mengenal kualitas pendidikan yang mereka tawarkan.
Kemenag Tantang Madrasah Tak Gagap Teknologi
Kemenag juga mendorong seluruh madrasah memperkuat literasi digital agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Nur Ibadi meminta pengelola mulai mengenalkan dasar-dasar coding dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada siswa tanpa meninggalkan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis agama.
“Jika kita mampu menguasai dan aktif di ekosistem digital, citra serta reputasi madrasah akan semakin kuat di mata masyarakat,” pungkasnya.(CIA)
Views: 4
















