Peserta TSL 2026 Wajib Berbadan Hukum, Tapi Baru 12 dari 32 SSB di Trenggalek yang Berlegalitas

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idAskab PSSI Trenggalek tidak lagi sekadar menguji taktik dan kemampuan pemain di lapangan hijau pada Trenggalek Soccer League (TSL) 2026. Organisasi itu kini menaikkan standar administrasi dengan mewajibkan setiap klub memiliki badan hukum resmi dan mampu mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

Askab menerapkan kebijakan tersebut setelah mengevaluasi berbagai polemik administrasi pemain yang sempat memanaskan dunia sepak bola lokal. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar klub belum siap memenuhi persyaratan baru tersebut. Dari 32 klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terdaftar sebagai anggota resmi Askab PSSI Trenggalek, baru 12 klub yang telah memiliki badan hukum.

Ketua Askab PSSI Trenggalek, Puguh Purnomo, mengakui organisasinya masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan rumah sebelum kompetisi bergulir.

“Dari 32 klub sepak bola di bawah naungan Askab Trenggalek, kalau tidak salah baru sekitar 12 klub yang sudah berbadan hukum resmi. Sementara untuk operasional aplikasi SIAP, mayoritas pengurus klub juga mengaku belum menguasai sistem tersebut,” ujar Puguh Purnomo.

Legalitas Organisasi Jadi Syarat Mutlak

Askab tidak lagi hanya menitikberatkan perhatian pada kesiapan teknis pertandingan. Pengurus kini menjadikan legalitas organisasi sebagai syarat utama bagi setiap klub yang ingin mengikuti kompetisi resmi.

Klub yang belum mengantongi akta badan hukum maupun belum mampu mengelola administrasi melalui aplikasi SIAP harus segera berbenah. Jika tidak, mereka berisiko gagal mengikuti TSL 2026.

Puguh menjelaskan, Askab sengaja memperketat regulasi agar tata kelola sepak bola di Trenggalek selaras dengan sistem administrasi digital yang diterapkan PSSI secara nasional.

“Sistem dalam aplikasi SIAP sekarang tidak hanya berhenti di Askab PSSI Trenggalek. Sistem langsung mengintegrasikan data secara real time dengan Asprov PSSI Jawa Timur hingga PSSI Pusat di Jakarta,” jelas Puguh.

Siapkan Pendampingan Sebelum Kompetisi Dimulai

Meski menerapkan standar yang lebih tinggi, Askab tidak membiarkan klub menghadapi proses administrasi sendirian. Pengurus telah menyiapkan program pendampingan teknis agar operator klub mampu mengelola aplikasi SIAP secara mandiri.

Askab akan menggelar pelatihan tersebut sebelum kompetisi dimulai. Organisasi itu menargetkan Trenggalek Soccer League 2026 bergulir pada September atau Oktober 2026.

“Kami pasti menggelar pendampingan khusus penggunaan aplikasi SIAP sebelum genderang kompetisi bertabuh. Jadi, nanti kami tidak ingin mendengar lagi ada alasan klasik dari klub yang mengaku belum bisa memakai aplikasi tersebut,” tegas Puguh.

Selain menggelar pelatihan, Askab juga akan menyerahkan akun SIAP langsung kepada masing-masing klub. Dengan langkah ini, setiap klub dapat mengelola data pemainnya sendiri tanpa bergantung kepada administrator Askab.

Perketat Regulasi untuk Mencegah Konflik

Askab merumuskan kebijakan baru tersebut setelah menggelar forum evaluasi bersama seluruh perwakilan klub di Trenggalek. Dalam forum itu, pengurus dan klub membahas berbagai persoalan, termasuk sengketa administrasi pemain yang sempat memicu konflik.

Puguh mengatakan, forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, terutama terkait upaya memperbaiki komunikasi antara Askab dan seluruh klub anggota.

“Kami menerima banyak masukan dan kritik membangun dari teman-teman klub. Kami berkomitmen menindaklanjuti semua masukan itu agar tidak lagi terjadi miskomunikasi antara Askab dengan klub maupun sekolah sepak bola,” ungkapnya.

Askab juga memastikan seluruh regulasi TSL 2026 mengacu pada statuta, Peraturan Organisasi (PO), dan regulasi resmi PSSI.

Melalui peningkatan standar administrasi ini, Askab berharap kompetisi tidak hanya melahirkan tim juara, tetapi juga mendorong klub-klub lokal menjadi organisasi yang lebih profesional. Di sisi lain, lebih dari separuh klub anggota kini harus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan legalitas organisasinya sebelum kompetisi resmi dimulai.(CIA)

Views: 12