Bupati Cup Pencak Silat 2026, KONI Trenggalek Pasang Target Atlet Baru Bermunculan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKabupaten Trenggalek kembali menyiapkan panggung megah bagi para pesilat muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Melalui ajang Bupati Cup Trenggalek Open Pencak Silat Tournament 2026, KONI Trenggalek membidik lahirnya generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional hingga nasional.

Panitia menjadwalkan kejuaraan bergengsi ini berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di GOR Gajah Putih Trenggalek. Bagi KONI, turnamen tersebut bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian penting dari sistem pembinaan olahraga prestasi yang selama ini mereka jalankan untuk mencetak atlet unggulan daerah.

Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa cabang olahraga tidak akan berkembang tanpa kompetisi yang rutin dan berkelanjutan.

“Kami mendorong teman-teman dari semua cabang olahraga untuk aktif menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab). Sebab, forum itulah yang menjadi sarana penyaringan calon-calon atlet masa depan kita. Tanpa kejuaraan dan pertandingan, kita tidak akan pernah bisa mengukur sejauh mana kemampuan riil para atlet,” ujar Doding Rahmadi, Jumat (19/6/2026).

Arena Pembuktian Kemampuan Pesilat Muda

Doding menilai kejuaraan resmi merupakan instrumen paling efektif untuk memetakan kualitas atlet yang selama ini rutin berlatih di perguruan maupun klub masing-masing.

Dari pinggir arena, para pelatih dan pengurus olahraga dapat memantau langsung perkembangan teknik, kematangan mental bertanding, serta kesiapan fisik atlet sebelum mereka tampil di kompetisi yang lebih tinggi. Karena itu, KONI selalu menggunakan hasil kejuaraan sebagai bahan evaluasi utama untuk menyusun program pembinaan berikutnya.

“Kami terus menginventarisasi hasil-hasil pertandingan ini sebagai pijakan untuk mendongkrak prestasi daerah. Alhamdulillah, beberapa cabang olahraga di Trenggalek terus menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif,” katanya.

Pencak Silat Tetap Jadi Tambang Emas Prestasi Trenggalek

Di antara berbagai cabang olahraga yang berkembang di Trenggalek, pencak silat masih menjadi penyumbang prestasi yang paling konsisten.

Atlet-atlet silat asal Trenggalek berulang kali membuktikan kemampuan mereka di berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Karena rekam jejak itulah, Bupati Cup tahun ini memegang peran penting untuk mencari penerus para pesilat berprestasi tersebut.

Doding memberikan apresiasi kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek yang menginisiasi turnamen terbuka tersebut. Menurutnya, IPSI berhasil menghadirkan wadah yang efektif untuk menjaring talenta-talenta potensial dari berbagai perguruan.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran pengurus IPSI yang berkomitmen menggelar kegiatan ini demi mengukur peta kekuatan atlet. Apalagi, pencak silat memegang status sebagai salah satu cabang olahraga unggulan di Kabupaten Trenggalek,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Trenggalek itu.

Mengasah Mental Pendekar Muda Sebelum Naik Kelas

Selain mengukur kemampuan teknik, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana pembentukan mental juara bagi atlet muda. Para pembina memanfaatkan atmosfer kompetisi untuk melatih keberanian, ketahanan mental, dan kemampuan pesilat menghadapi tekanan pertandingan.

Pengalaman bertanding tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka melangkah ke ajang yang lebih tinggi.

KONI berharap Bupati Cup mampu membuka jalan bagi para pesilat muda Trenggalek untuk menembus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), hingga kompetisi tingkat nasional.

KONI Pastikan Turnamen Berlangsung Kondusif

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi gesekan antarperguruan, Doding menilai hubungan antar-atlet saat ini jauh lebih harmonis dibanding beberapa tahun lalu.

Menurutnya, para atlet dari berbagai perguruan sudah terbiasa berlatih bersama dan saling menghormati saat bertanding di arena resmi.

“Kalau dari sisi atlet, saya melihat mentalitas mereka sekarang semakin bagus. Sejak dulu, jalannya kejuaraan resmi seperti ini sebenarnya selalu aman dan baik-baik saja. Yang sering memicu masalah justru konvoi oknum di jalanan, bukan pertandingan di dalam gedung,” jelas Doding.

Ia menambahkan, berbagai event olahraga bela diri yang berlangsung di Trenggalek selama ini selalu berjalan aman, tertib, dan mendapat dukungan positif dari masyarakat.

Melalui gelaran Bupati Cup Trenggalek Open Pencak Silat Tournament 2026, KONI berharap mampu melahirkan pesilat-pesilat muda berbakat yang siap melanjutkan tradisi prestasi Trenggalek sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung atlet pencak silat di Jawa Timur.(CIA)

Views: 5