TRENGGALEK, bioztv.id – Meski tidak sampai terjadi kelangkaan stok, jumlah pasokan minyak goreng subsidi merek MinyaKita dinilai kurang. Para pedagang di pasar basah Trenggalek mengeluhkan turunnya kuota distribusi pasca-Lebaran 2026 hingga membuat stok cepat habis dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat pedagang kewalahan memenuhi permintaan masyarakat. Meski pasokan menipis, para pengecer masih mempertahankan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Siti Fatimah, salah satu pedagang di pasar basah Trenggalek, mengaku kini hanya menerima lima karton MinyaKita setiap minggu. Jumlah itu turun drastis dibanding masa Ramadan lalu yang mencapai 20 karton per minggu.
“Sekarang seminggu hanya dapat kiriman lima karton. Stok itu tidak cukup, hanya dua hari sudah habis ludes. Padahal Bulog hanya mengirim barang sekali seminggu setiap hari Senin,” ujar Siti Fatimah.
Pedagang Pertahankan Harga Sesuai HET
Meski stok sulit didapat, Siti tetap menjual MinyaKita sesuai aturan pemerintah. Ia membanderol MinyaKita kemasan satu liter seharga Rp16.000. Selisih Rp300 dari HET Rp15.700 ia gunakan untuk biaya plastik tambahan.
“Harga dari pemerintah sebenarnya Rp15.700 per liter. Saya jual Rp16.000 hanya untuk mengganti biaya plastik wadahnya,” jelasnya.
Siti juga mengaku lapaknya kini sudah kehabisan stok total. Sementara itu, sejumlah pedagang lain hanya memiliki sisa persediaan dalam jumlah terbatas.
Diskomidag Pastikan Harga Tetap Stabil
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, langsung turun ke pasar untuk memantau kondisi distribusi MinyaKita. Ia memastikan stok masih tersedia dan harga tetap stabil sesuai ketentuan pemerintah.
“Hari ini kami mengecek perkembangan harga MinyaKita di pasar. Alhamdulillah, stok masih ada dan harga tetap stabil sesuai HET,” ujar Saniran.
Saniran menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan harga MinyaKita kemasan dua liter sebesar Rp31.400. Ia juga meluruskan temuan harga Rp32.000 yang sempat muncul di lapangan.
“Tadi memang ada pedagang yang menjual Rp32.000, tapi itu sudah termasuk bumbu dapur atau barang lain. Jadi, harga murni MinyaKita tetap Rp31.400,” tegasnya.
Pemerintah Minta Pedagang Patuhi Aturan
Saniran meminta seluruh pedagang tetap mematuhi aturan harga eceran tertinggi dan tidak menaikkan harga secara sepihak. Ia menegaskan Bulog telah menyalurkan MinyaKita kepada pedagang dengan harga di bawah HET sehingga pedagang tetap memperoleh keuntungan.
“Pedagang menerima barang dari Bulog dengan harga di bawah HET. Jadi, saat mereka menjual ke masyarakat sesuai HET, mereka tetap untung,” jelas Saniran.
Selain memantau distribusi MinyaKita, Diskomidag juga mengawasi harga minyak goreng nonsubsidi di pasar. Hingga kini, harga minyak goreng kemasan lain masih bergerak stabil mengikuti mekanisme pasar.(CIA)
Views: 12

















