Perdalam Baca Tulis Al-Qur’an Metode Yanbu’a Bersanad hingga Rasulullah di Ponpes Al-Kautsar Durenan

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di halaman Pondok Pesantren Al Kautsar, Desa Durenan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (10/5/2026). Ratusan peserta dari berbagai daerah tampak khusyuk mengikuti Pelatihan Bimbingan Muqri’ Baca Tulis Al-Qur’an menggunakan Metode Yanbu’a.

Rangkaian Haflah Pondok Pesantren Al Kautsar Durenan menghadirkan kegiatan tersebut. Para peserta menerima pembelajaran langsung dari KH M Ulil Albab Arwani (Gus Bab), ulama ahli Al-Qur’an asal Kudus, Jawa Tengah.

Sejak pagi, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka datang dari Trenggalek, Tulungagung, hingga Kediri untuk memperdalam metode pembelajaran Al-Qur’an yang terkenal memiliki sanad keilmuan sangat kuat.

Peserta Membeludak di Luar Perkiraan Panitia

Ketua Lajnah Muqorobah Yanbu’a (LMY) Daerah Trenggalek, KH Ahmad Munawwir (Gus Nawir), menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperluas penyebaran metode Yanbu’a. Selain itu, agenda ini juga menjadi sarana mencetak guru Al-Qur’an yang memiliki sanad jelas hingga Rasulullah SAW.

“Kami mengadakan bimbingan ini karena Ponpes Al Kautsar mengajarkan baca tulis Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a asal Kudus. Kami berharap para peserta nantinya mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan metode yang benar dan bersanad,” ujar Gus Nawir.

Gus Nawir mengakui jumlah pendaftar melampaui perkiraan awal panitia. Awalnya, panitia hanya membuka kuota daring untuk sekitar 400 peserta. Namun, lebih dari 700 orang justru hadir langsung di lokasi.

“Data peserta terdaftar mencapai 711 orang. Mayoritas memang dari Trenggalek, tetapi banyak juga yang datang jauh-jauh dari Kediri dan Tulungagung. Ini benar-benar di luar ekspektasi kami,” ungkapnya.

Peserta Jaga Tradisi Keilmuan Lewat Sanad

Tingginya minat peserta membuktikan masyarakat semakin sadar pentingnya pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur dan memiliki rantai keilmuan (sanad) yang jelas. Melalui pelatihan ini, panitia juga memberikan syahadah atau ijazah resmi agar peserta dapat mengamalkan sekaligus mengajarkan metode Yanbu’a di daerah masing-masing.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi guru maupun calon guru Al-Qur’an agar benar-benar memegang sanad yang tersambung sampai Rasulullah SAW,” imbuh Gus Nawir.

Salah satu peserta asal Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Indana Aunur Rachman (21), mengaku rela menempuh perjalanan ke Trenggalek demi mempertajam kemampuan mengajarnya kepada anak-anak.

“Tujuan saya ingin mengajarkan cara baca Al-Qur’an yang baik dan benar kepada anak-anak. Banyak pelajaran yang dulu pernah saya pelajari, sekarang jadi ingat kembali melalui pelatihan ini,” ujar Indana.

Ia merasa pelatihan tersebut memberikan manfaat spiritual dan intelektual yang besar, terutama dalam memperoleh sanad keilmuan.

“Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menyambung sanad yang tersambung langsung hingga Rasulullah SAW,” tuturnya penuh syukur.

Pelatihan di Ponpes Al Kautsar ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat masih menjadikan pembelajaran Al-Qur’an berbasis sanad sebagai primadona. Tradisi keilmuan Islam tersebut terus hidup dan terjaga dari generasi ke generasi.(CIA)

Views: 8