CFD Trenggalek Kembali Bangkit: 155 UMKM Diserbu Warga, Dagangan Ludes dalam Satu Jam!

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id Setelah vakum selama beberapa tahun, Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menghadirkan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi (5/4/2026). Kembalinya ruang publik ini langsung memicu antusiasme warga dan menjadikannya sebagai “mesin ekonomi pagi” bagi pelaku UMKM.

Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga memadati sepanjang Jalan Panglima Sudirman, mulai dari depan kantor DPMPTSP hingga kawasan Depot Anda. Warga memanfaatkan momen ini untuk jalan santai, jogging, sekaligus berburu kuliner.

UMKM Jadi Magnet Utama Ekonomi Lokal

Sebanyak 155 pelaku UMKM ikut meramaikan pelaksanaan perdana ini. Mereka menjadi daya tarik utama sekaligus penggerak ekonomi lokal di Bumi Menak Sopal.

Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, menjelaskan bahwa pihaknya mengembangkan konsep CFD dari sebelumnya yang terpusat di Alun-Alun.

“Kami melanjutkan semangat CFD terdahulu, namun sekarang kami memperluas area ke Jalan Panglima Sudirman. Tujuannya jelas, selain mengurangi emisi gas buang, kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi nyata bagi pelaku UMKM,” tegas Saniran saat meninjau lokasi.

Antusiasme warga melampaui prediksi. Para pedagang bahkan melaporkan bahwa mereka menghabiskan stok dagangan hanya dalam waktu satu jam setelah membuka lapak.

“Tadi pagi saya berbincang dengan beberapa pedagang, ada yang sudah habis sebelum pukul 07.00 WIB. Ini sinyal positif bahwa daya beli masyarakat kita sangat kuat,” tambahnya.

Lapak Ludes, Pedagang Sumringah

Salah satu pelaku UMKM, Mungki, merasakan langsung dampak positif CFD. Ia mengaku kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan.

“Tadi saya bawa 20 porsi cumi, 32 cup puding, dan berbagai sambal. Alhamdulillah, semuanya hampir habis dalam waktu singkat,” ungkapnya dengan wajah berseri.

Mungki yang menjual aneka menu seperti cumi, sambal pete, dan sambal cirang berharap CFD bisa terus berjalan secara rutin.

“Semoga CFD terus ada dan semakin ramai, supaya UMKM seperti kami punya ruang berkembang,” ujarnya.

Slot Terbatas, Peminat Membludak

Kesuksesan hari pertama ini menghadirkan tantangan baru. Saniran mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar UMKM jauh melebihi kapasitas yang tersedia.

“Hari ini ada 155 UMKM, tapi pendaftar jauh lebih banyak. Kami akan mengevaluasi untuk menambah ruang agar lebih banyak pedagang bisa bergabung ke depan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mendorong paguyuban UMKM untuk mengelola CFD secara mandiri ke depannya, dengan pendampingan dari pemerintah hingga sistem berjalan stabil.

Titik Temu Ruang Publik dan Ekonomi

Kembalinya CFD di Trenggalek tidak hanya menyediakan ruang olahraga bebas kendaraan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Perpaduan gaya hidup sehat dan aktivitas ekonomi menjadikan CFD sebagai agenda yang dinanti warga setiap pekan.

Jika konsistensi ini terus terjaga, CFD Trenggalek berpotensi menjadi pusat keramaian baru yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan sejak pagi hari.(CIA)

Views: 28