Pastikan Mudik Aman, Bupati Trenggalek Instruksikan Aspal Lapis Pertama di Jalur Ngetal–Kampak

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idPemerintah Kabupaten Trenggalek bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan di jalur strategis menjelang arus mudik Lebaran. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, turun langsung meninjau proyek perbaikan jalan ruas Ngetal–Gandusari hingga Gandusari–Kampak.

Peninjauan ini bertujuan memastikan proyek senilai Rp23,2 miliar tidak menghambat kelancaran warga yang akan pulang kampung. Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini menekankan pentingnya keamanan jalur karena volume kendaraan diprediksi melonjak tajam dalam beberapa pekan ke depan.

Aspal Satu Lapis Sebelum Lebaran

Karena masa kontrak proyek baru berakhir pada Mei 2026, Mas Ipin meminta kontraktor mengambil langkah antisipasi khusus. Ia menginstruksikan kontraktor agar segera melapisi bagian jalan yang masih berupa agregat atau kerikil dengan aspal sementara.

“Kami menindaklanjuti hasil rapat dengan pihak kepolisian. Saya meminta bagian yang sekarang masih tahap peninggian agregat untuk dilapisi aspal satu lapis dulu sebelum Lebaran. Ini penting agar pemudik tetap aman dan nyaman melintasi jalur ini,” tegas Mas Ipin.

Pengaspalan awal ini juga bertujuan mengurangi polusi debu yang berpotensi mengganggu jarak pandang serta kesehatan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Detail Proyek Jalan Sepanjang 7,5 Kilometer

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran Rp23,2 miliar untuk memperbaiki jalan sepanjang 7,5 kilometer di jalur tersebut. PT Gorga Marga Mandiri mengerjakan proyek ini dengan durasi pekerjaan selama 150 hari, terhitung sejak 1 Desember 2025 hingga 31 Mei 2026.

Mas Ipin menjelaskan tim teknis di lapangan menerapkan tiga metode perbaikan berbeda sesuai tingkat kerusakan jalan.

Metode pertama berupa pengaspalan satu lapis untuk area dengan kerusakan ringan.
Metode kedua menggunakan dua lapis aspal pada titik yang berlubang dalam atau memiliki permukaan tidak rata.

Sementara metode ketiga berupa peninggian agregat pada area yang sering tergenang air agar usia pakai jalan lebih panjang.

Solusi Drainase dengan Sistem U-Ditch

Pejabat Pembuat Komitmen proyek, Endy, menjelaskan bahwa luapan air hujan selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

Karena itu, tim proyek tidak hanya fokus pada pengaspalan, tetapi juga memperbaiki sistem drainase.

“Kami membangun saluran air menggunakan sistem U-Ditch sepanjang 1,4 kilometer. Saluran ini akan menampung dan mengalirkan air hujan agar tidak lagi merusak badan jalan,” jelas Endy.

Progres Proyek Melampaui Target

Hingga saat peninjauan berlangsung, Endy mengungkapkan jika progres pembangunan telah mencapai 41,7 persen. Capaian ini lebih cepat sekitar 8,88 persen dibanding target rencana awal.

Meski proyek ditargetkan selesai pada akhir Mei, kontraktor memastikan sebagian besar ruas jalan sudah dapat difungsikan sebelum Lebaran. Tim proyek menargetkan seluruh jalur minimal sudah terlapisi aspal satu lapis agar masyarakat dapat melintasinya dengan lebih aman selama periode mudik dan arus balik. (CIA)

Views: 13