TRENGGALEK, bioztv.id – Tim penyelamat berada di garis terdepan dalam menangani longsor besar yang melumpuhkan jalur nasional Trenggalek–Ponorogo. Di tengah kondisi tanah yang masih labil, personel SAR terus bersiaga penuh untuk memastikan proses pembersihan material berjalan aman tanpa memakan korban jiwa.
Longsor di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, menutup total akses vital antar kabupaten. Aparat melarang kendaraan dari arah Trenggalek maupun Ponorogo melintas karena kondisi medan masih berisiko.
Kepala Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, menyatakan pihaknya telah menyusun langkah taktis bersama Forkopimda sebelum menerjunkan personel.
“Kami mengikuti briefing bersama Forkopimda. Dalam operasi ini, Basarnas bertugas sebagai safety officer untuk menjamin keselamatan seluruh petugas di lapangan,” ujar Bayu.
Tim Temukan Titik Longsor Baru
Tim SAR tidak hanya memantau badan jalan, tetapi juga mendaki tebing untuk melakukan asesmen menyeluruh. Mereka ingin mendeteksi potensi pergerakan tanah yang tidak terlihat dari bawah.
Dari hasil pemantauan udara dan lapangan, tim menemukan sejumlah kerawanan baru:
- Material longsor didominasi bongkahan batu berukuran besar.
- Tim mendeteksi satu titik longsoran baru di sisi kanan tebing.
- Tim juga mengidentifikasi dua titik longsor di sisi timur yang tidak terlihat dari badan jalan.
Temuan tersebut meningkatkan risiko kecelakaan kerja jika petugas membersihkan material tanpa pengawasan ketat.
Kerahkan Breaker untuk Pecah Batu
Untuk mempercepat evakuasi, petugas mengoperasikan tiga unit ekskavator. Salah satunya berupa alat berat jenis breaker yang mampu memecah bongkahan batu raksasa.
Petugas lebih dulu menyingkirkan puing-puing kecil agar alat breaker memiliki ruang gerak yang cukup. Setelah itu, operator menghancurkan batu besar menjadi bagian lebih kecil agar mudah diangkat.
“Seluruh petugas mengenakan Alat Pelindung Diri lengkap. Kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Bayu.
Tanah Jenuh Air Picu Ancaman Baru
Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memperparah kondisi di lokasi. Tim menemukan tanah sudah jenuh air dan membentuk lumpur tebal. Mereka juga menemukan aliran air baru yang berpotensi memicu longsor susulan.
“Aliran air baru ini mempercepat kejenuhan tanah. Jika hujan kembali turun, kami langsung menarik seluruh personel dari lokasi demi keselamatan,” tambahnya.
Jalur Masih Ditutup Total
Hingga kini, pemerintah setempat tetap menutup total jalur nasional Trenggalek–Ponorogo. Petugas gabungan memantau kondisi tebing secara berkala dan hanya akan membuka akses setelah memastikan situasi benar-benar stabil.
Petugas mengimbau masyarakat untuk:
- Mencari jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.
- Tidak menerobos garis pembatas di sekitar lokasi longsor.
- Memantau informasi cuaca dari BMKG maupun BPBD setempat.
“Kami akan membuka jalur ini setelah memastikan kondisinya benar-benar aman bagi masyarakat,” pungkas Bayu.(CIA)
Views: 21

















