TRENGGALEK, bioztv.id – Jalur nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo belum dapat dilalui kendaraan. Bongkahan batu raksasa yang longsor di Kilometer 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, masih menutup rapat badan jalan. Kondisi ini memaksa petugas menutup akses dari dua arah sekaligus.
Tim gabungan memprioritaskan keselamatan dalam setiap tahapan evakuasi. Petugas tidak hanya membersihkan material longsor di badan jalan, tetapi juga memantau stabilitas tebing di atas titik longsor untuk mencegah risiko korban jika terjadi longsor susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono, menegaskan timnya sudah meninjau langsung lereng bagian atas.
“Tim gabungan, termasuk personel Basarnas, sudah mengecek kondisi di bagian atas titik longsor. Langkah ini sangat krusial agar petugas tetap aman saat membersihkan material di bawah,” ungkap Triadi.
Kerahkan Tiga Ekskavator, Tunggu Breaker
Tiga unit ekskavator kini bersiaga di lokasi untuk mempercepat evakuasi. Sejak pukul 09.00 WIB, operator alat berat mulai mengangkut tanah dan bebatuan kecil yang menutup aspal jalan nasional.
Namun, bongkahan batu raksasa masih menjadi kendala utama. Ukurannya yang masif membuat petugas tidak bisa memindahkannya secara utuh. Karena itu, tim kini mengandalkan alat berat jenis breaker untuk memecah batu menjadi bagian lebih kecil.
“Kami membersihkan material secara bertahap. Untuk batu besar, harus dievakuasi menggunakan breaker,” jelas Triadi.
Utamakan Keselamatan, Jalur Tetap Ditutup
Meski petugas sudah menyingkirkan sebagian material tanah, otoritas belum membuka akses jalan. Petugas tetap menutup jalur Trenggalek–Ponorogo demi menjaga keselamatan pengguna jalan karena kondisi tanah masih labil.
Personel BPBD bersama TNI dan Polri terus berjaga dan memantau potensi pergerakan tanah, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Hingga laporan ini disusun, jalur utama Trenggalek–Ponorogo masih lumpuh total. BPBD mengimbau masyarakat untuk:
- Menggunakan jalur alternatif guna menghindari antrean panjang.
- Mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri melintas.
- Memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BPBD atau kepolisian setempat.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami berharap proses pemecahan batu berjalan lancar agar jalur nasional ini bisa segera kami buka kembali,” pungkas Triadi. (CIA)
Views: 29

















