Bank Daerah Tapi Tak Jadi Rujukan ASN, BPR Jwalita Trenggalek Tumbuh Kuat Ditopang UMKM

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – PT BPR Jwalita Trenggalek, bank dengan mayoritas saham milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, menegaskan posisinya sebagai bank kerakyatan. BPR Jwalita membangun pertumbuhan dan fondasi bisnis yang kokoh dari sektor perdagangan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, menyebut para pedagang pasar dan pelaku UMKM di seluruh kecamatan mendominasi portofolio kredit bank daerah tersebut.

“Kami menghadapi persaingan yang ketat, tetapi UMKM tetap menjadi mayoritas debitur kami. Para pedagang pasar di seluruh Trenggalek menjadi nasabah utama BPR Jwalita,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, BPR Jwalita menyalurkan kredit sekitar Rp122 miliar, dengan hampir 70 persen mengalir ke sektor perdagangan.

Minimnya Partisipasi ASN Jadi Tantangan Internal

Di sisi lain, Dwi mengakui kontribusi ASN sebagai debitur masih sangat kecil, meskipun BPR Jwalita merupakan bank milik Pemkab Trenggalek.

“Hanya sekitar 5 persen ASN yang memanfaatkan layanan keuangan BPR Jwalita. Jumlah debitur dari kalangan ASN bahkan tidak mencapai 10 persen dari total keseluruhan,” jelasnya.

Kondisi ini mendorong manajemen BPR Jwalita untuk memperluas penetrasi ke segmen internal pemerintahan. Fakta tersebut sekaligus memunculkan evaluasi kritis terhadap tingkat kepercayaan dan literasi keuangan ASN terhadap bank daerahnya sendiri.

Optimisme Pertumbuhan Laba dan Kontribusi PAD

Di tengah tantangan ekonomi, BPR Jwalita tetap menjaga optimisme. Manajemen menargetkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan dan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Target kami tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Kami optimistis BPR Jwalita terus tumbuh dan setoran PAD meningkat setiap tahun,” tegas Dwi.

Saat ini, BPR Jwalita mengelola modal lebih dari Rp20 miliar, dengan 98,64 persen saham dipegang Pemkab Trenggalek. Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif.

“Pada 2025, kami menargetkan laba sekitar Rp2,67 miliar, dengan estimasi setoran PAD mencapai Rp1,4 miliar pada akhir tahun,” ungkapnya.

Secara kumulatif, BPR Jwalita telah menyetor sekitar Rp13,3 miliar PAD ke kas Pemkab Trenggalek, angka yang hampir menyamai total penyertaan modal awal dari pemerintah daerah.

Dominasi pedagang pasar dan UMKM sebagai debitur menegaskan peran BPR Jwalita sebagai bank kerakyatan yang tumbuh dari denyut ekonomi riil masyarakat. Dengan fondasi UMKM yang kuat dan kinerja keuangan yang terus meningkat, BPR Jwalita Trenggalek tampil sebagai penggerak ekonomi lokal, sembari menanti dukungan lebih besar dari kalangan ASN. (CIA)

Views: 27