Target Rp11 M Tercapai Rp 7 M, BAZNAS Trenggalek Ungkap Tekanan Ekonomi Warga Jadi Pemicu

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek mencatat penghimpunan zakat dan infak sepanjang 2025 belum mencapai target maksimal. Dari target ambisius sebesar Rp11,6 miliar, BAZNAS Trenggalek hanya menghimpun sekitar Rp7,28 miliar hingga akhir tahun.

Meski capaian tersebut meleset dari target, BAZNAS tetap menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan secara cepat tanpa prosedur birokrasi berbelit.

BAZNAS Tak Lagi Bergantung pada Zakat ASN

Humas BAZNAS Trenggalek, Deni Riani, menjelaskan bahwa total penerimaan sebesar Rp7.283.572.064 berasal dari dua sumber utama. Dana zakat menyumbang Rp3,66 miliar, sedangkan infak atau donasi masyarakat mencapai Rp3,61 miliar.

“Alhamdulillah, meski belum menembus target, kami berhasil menghimpun lebih dari Rp7 miliar tahun ini. Menariknya, kontribusi masyarakat umum kini setara dengan ASN, masing-masing sebesar 50 persen. Ini menunjukkan BAZNAS tidak lagi semata-mata bergantung pada potongan gaji pegawai negeri,” ungkap Deni.

Tekanan Ekonomi Warga Tekan Potensi Donasi

Deni mengakui bahwa kondisi ekonomi makro yang belum stabil menekan capaian penghimpunan zakat dan infak tahun ini. Tekanan ekonomi yang warga rasakan secara langsung membatasi kemampuan mereka dalam menyalurkan donasi.

“Target Rp11,6 miliar memang masih cukup jauh. Fakta di lapangan menunjukkan kondisi ekonomi sangat memengaruhi daya himpun zakat dan infak, ” jelasnya.

Meski demikian, BAZNAS menjalankan manajemen dana secara agresif dan responsif. Setiap dana yang masuk langsung disalurkan kepada penerima manfaat pada bulan berikutnya. BAZNAS memastikan tidak ada dana yang mengendap lama di rekening operasional.

BAZNAS Percepat Bantuan untuk Warga Sakit dan Miskin

Tingginya angka kemiskinan dan kebutuhan mendesak mempermudah BAZNAS dalam menyalurkan dana yang tersedia. Proposal permohonan bantuan dari individu maupun lembaga terus masuk setiap hari.

Saat ini, BAZNAS secara rutin membiayai kebutuhan hidup dan paket sembako bagi 710 penerima manfaat setiap bulan. Sektor kesehatan menjadi fokus utama, terutama bagi warga miskin yang harus menjalani pengobatan di luar daerah.

“Banyak warga kami harus berobat ke luar kota tetapi terkendala biaya akomodasi. Ketika bantuan pemerintah belum mencukupi, BAZNAS hadir menutup kebutuhan tersebut,” tambah Deni.

Lima Pilar Program BAZNAS Trenggalek

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, BAZNAS Trenggalek menggerakkan lima program unggulan utama, yakni:

  • Trenggalek Taqwa: Stimulus pembangunan masjid dan bantuan dai di wilayah terpencil.
  • Trenggalek Peduli: Bedah rumah tidak layak huni dan respons cepat kebencanaan.
  • Trenggalek Makmur: Pemberdayaan ekonomi melalui ternak, gerobak usaha, dan modal UMKM.
  • Trenggalek Cerdas: Beasiswa anak asuh serta bantuan perlengkapan sekolah.
  • Trenggalek Sehat: Pembiayaan BPJS warga miskin, akomodasi pengobatan, dan alat bantu disabilitas.

Deni berharap penghimpunan zakat dan infak terus meningkat pada tahun-tahun mendatang agar jangkauan bantuan BAZNAS semakin luas dan berdampak nyata bagi masyarakat Trenggalek.

“Kami akan terus mengoptimalkan kinerja agar setiap rupiah yang terhimpun benar-benar kembali ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.(CIA)

Views: 25