TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi mengakhiri kebijakan tiket gratis Pantai Prigi. Mulai 21 Desember 2025, setiap pengunjung yang masuk ke kawasan wisata andalan tersebut wajib membayar tiket masuk. Pemerintah daerah menilai kebijakan ini penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, menegaskan bahwa pemerintah masih memberlakukan tiket gratis hingga 20 Desember 2025.
“Tiket Pantai Prigi masih gratis sampai 20 Desember. Setelah itu, kami kembali menerapkan tiket masuk untuk meningkatkan PAD sektor pariwisata,” ujar Tony.
Gratis Berakhir, Kualitas Layanan Diuji
Berakhirnya kebijakan tiket gratis menjadi momentum penting untuk menguji kualitas layanan wisata Trenggalek secara menyeluruh. Selama ini, tiket gratis menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, terutama menjelang akhir tahun.
Meski demikian, Disparbud tetap menjalankan program tiket gratis bagi wisatawan pemegang boarding pass pesawat pada H-0 dan H+1 penerbangan, sesuai arahan Bupati Trenggalek.
“Program boarding pass tetap kami jalankan pada H-0 dan H+1. Saat ini kami masih merekap datanya,” tambah Tony.
Disparbud Perkuat Persiapan Nataru 2026
Seiring dengan kembalinya sistem tiket berbayar, Disparbud Trenggalek kini memantapkan persiapan menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Mereka memfokuskan langkah pada peningkatan kualitas layanan destinasi dan antisipasi kepadatan pengunjung, khususnya di kawasan Watulimo.
Tony menyebutkan bahwa pihaknya telah menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata.
“Kami meminta pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini sesuai arahan pemerintah provinsi dan Kementerian Pariwisata,” jelasnya, Rabu (10/12/2025).
Rekayasa Lalu Lintas Jadi Fokus Utama
Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat Nataru, Disparbud aktif berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Trenggalek, Balai Jalan, dan instansi terkait lainnya.
“Kami memetakan simpul-simpul keramaian di kawasan Watulimo, mulai dari JLS, simpang Supit Urang, hingga akses menuju pos retribusi Simbaronce,” terang Tony.
Pihak terkait telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan tersebut guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Personel Ditambah, Parkir Dialihkan Jika Penuh
Selain akses, Disparbud juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia di destinasi wisata. Mereka menambah lifeguard, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan petugas retribusi di lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.
“Jika dibutuhkan, kami akan memperbantukan personel dari destinasi yang relatif sepi, seperti Goa Lowo, ke Pasir Putih dan Simbaronce,” ungkap Tony.
Disparbud juga menyiapkan skema pengalihan parkir. Jika area parkir Simbaronce penuh, petugas akan menutup portal masuk.
“Pengunjung tetap bisa menurunkan penumpang di Simbaronce, kemudian kami arahkan kendaraan parkir ke Pelabuhan Niaga Prigi,” jelasnya.
Selain itu, Disparbud berkoordinasi dengan Dinas Perikanan untuk memanfaatkan calon lokasi Kanasab sebagai kantong parkir sementara jika diperlukan.
Tony memprediksi jumlah wisatawan akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya berdasarkan informasi dari Satlantas. “Kami berharap cuaca mendukung,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya tiket gratis, Pemkab Trenggalek berharap peningkatan kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur mampu memenuhi ekspektasi wisatawan sekaligus memberikan dampak nyata bagi PAD daerah.(CIA)
Views: 30

















