TRENGGALEK, bioztv.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan, namun pemerintah pusat belum menuntaskan pembayaran operasional untuk empat dapur MBG di Trenggalek. Hingga kini, pusat masih menahan pencairan dana untuk empat dapur tersebut.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyebut bahwa keterlambatan pembayaran memang terjadi di level pusat.
“Awalnya, ada 15 dapur yang mengalami keterlambatan pembayaran. Syukurlah, pada 12 November, 11 dapur sudah menerima pembayaran. Kini, tinggal empat dapur yang dananya belum masuk,” ujar Saeroni, Kamis (20/11/2025).
Layanan Siswa Tetap Berjalan Normal
Empat dapur MBG yang belum menerima pembayaran tetap menjalankan aktivitas memasak dan mendistribusikan makanan secara penuh. Satgas MBG menegaskan bahwa komitmen pengelola dapur membuat layanan bagi siswa tetap aman.
“Meskipun empat dapur ini belum terbayar, mereka tetap beroperasi seperti biasa. Kami mengapresiasi komitmen mereka,” tegas Saeroni.
Jumlah Dapur Operasional Terus Bertambah
Sementara itu, Satgas MBG Trenggalek mencatat perkembangan positif terkait bertambahnya dapur yang resmi beroperasi. Dari 68 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini 42 dapur sudah beroperasi.
“Per hari ini, dapur yang sudah operasional bertambah menjadi 42,” jelas Saeroni, yang juga menjabat Asisten I Setda Trenggalek.
Saeroni menegaskan bahwa BGN memegang kendali penuh dalam proses verifikasi kelayakan dapur, terutama soal administrasi dan standar higiene.
“BGN menentukan kelayakan sebuah dapur setelah melakukan verifikasi dan memastikan kelengkapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” katanya.
SLHS Terbit Bertahap Melalui OSS
Berbagai yayasan pengelola dapur saat ini mengurus SLHS melalui sistem Online Single Submission (OSS). Proses ini berjalan bertahap, sehingga tidak semua dapur bisa langsung dinyatakan siap beroperasi.
“Pengurusan SLHS ini terus berproses. Sudah banyak yang mendaftar, kini tinggal menunggu sertifikat terbit satu per satu,” tutup Saeroni.(CIA)
Views: 56
















