TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memetakan 11 ruas jalan prioritas yang akan mereka biayai menggunakan pinjaman daerah senilai Rp70 miliar pada tahun anggaran 2026. Pemkab menunda rencana perbaikan ini dari 2025 dan akhirnya memutuskan untuk merealisasikannya tahun depan dengan nilai lebih kecil dibanding rencana awal.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, membeberkan daftar lengkap ruas jalan beserta nilai anggarannya. Salah satu ruas bahkan membutuhkan dana hingga Rp11 miliar.
Daftar 11 Ruas Jalan dan Besaran Anggaran Utang
Doding menjelaskan bahwa total anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan mencapai sekitar Rp40 miliar. Sementara itu, Pemkab mengalokasikan sisa sekitar Rp30 miliar untuk program peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Berikut rincian ruas jalan yang akan Pemkab biayai menggunakan pinjaman:
- Wonorejo – Senden, Senden – Pakel, Pemeliharaan Berkala — Rp10 miliar
- Krandegan – Gandusari, Pemeliharaan Berkala — Rp11 miliar
- Bungur – Sentolo, Peningkatan Jalan — Rp2 miliar
- Goa Lowo – Pelem, Peningkatan Jalan — Rp2 miliar
- Kampak – Brenggolo, Brenggolo – Simpang 3 Buluroto, Peningkatan Jalan — Rp2 miliar
- Baruharjo – Gador, Peningkatan Jalan — Rp1 miliar
- Sukowetan – Mlinjon, Peningkatan Jalan — Rp1,5 miliar
- Kerjo – Salamrejo, Peningkatan Jalan — Rp1,5 miliar
- Simpang 5 Kasrepan – Nglinggis, Peningkatan Jalan — Rp2 miliar
- Kertosono – Banteng, Peningkatan Jalan — Rp2 miliar
- Dongko – Pringapus, Pringapus – Kampak, Pemeliharaan Berkala — Rp4,335 miliar
Catatan: Ruas Krandegan–Gandusari menjadi proyek dengan anggaran terbesar.
Pinjaman Rp100 Miliar Gagal Karena Kondisi Fiskal
Doding menjelaskan bahwa Pemkab awalnya merancang skema pinjaman dua tahap dengan total Rp100 miliar, masing-masing Rp50 miliar untuk tahun 2025 dan 2026.
Namun rencana ini gagal karena Pemkab tidak memiliki kapasitas fiskal yang memadai.
“Pinjaman tahun 2025 tidak jadi. Kami akhirnya menggabungkannya menjadi pinjaman 2026. Tapi kemampuan pinjaman daerah hanya Rp70 miliar. Otomatis anggaran infrastruktur yang awalnya lebih besar ikut turun,” ungkap Doding.
Akibat pemangkasan pinjaman, sejumlah program infrastruktur yang seharusnya dikerjakan pada 2025 harus bergeser ke 2026, dengan volume yang sudah disesuaikan.
Fokus 2026: Perbaikan Jalan dan Kenaikan PAD
Pemkab membagi pinjaman daerah tahun 2026 ke dalam dua fokus utama:
- Peningkatan Infrastruktur Jalan — ± Rp40 miliar
- Program Peningkatan PAD — ± Rp30 miliar
Doding menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur masih menjadi kebutuhan mendesak, karena banyak ruas jalan di Trenggalek berada dalam kondisi rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Infrastruktur yang gagal kita kerjakan di Perubahan APBD 2025 tetap masuk 2026. Nilainya sudah kita sesuaikan dengan kemampuan pinjaman yang kini hanya Rp70 miliar,” tutupnya.(CIA)
Views: 87

















