TRENGGALEK, bioztv.id – Operasi Patuh Semeru 2025 yang Polres Trenggalek gelar selama dua pekan telah resmi berakhir, namun menyisakan catatan penting. Pelanggaran lalu lintas paling banyak justru datang dari pelajar di bawah umur yang belum memiliki SIM.
Selama 14 hari pelaksanaan operasi, dari 14 hingga 27 Juli 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Trenggalek menindak 3.300 pelanggar dengan tilang manual. Selain itu, petugas juga mengeluarkan lebih dari 4.000 teguran tertulis kepada pengguna jalan yang melanggar aturan.
“Satlantas mencatat sekitar 3.300 penindakan tilang manual selama operasi kemarin. Sementara itu, teguran tertulis menggunakan blangko dari Korlantas, tercatat mencapai lebih dari 4.000,” terang Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto.
Pelajar SMP dan SMA Jadi Pelanggar Terbesar Lalu Lintas
Ironisnya, kelompok usia pelajar SMP dan SMA mendominasi pelanggaran. Dari total pelanggar, sekitar 2.000 orang merupakan pelajar yang nekat mengendarai sepeda motor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Pelanggar terbanyak adalah pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor tanpa SIM. Ini menjadi perhatian serius dan memerlukan penindakan tegas,” tegas Sony.
Fenomena ini menyoroti lemahnya pengawasan dan edukasi di lingkungan keluarga maupun sekolah terkait keselamatan berlalu lintas. Padahal, seharusnya kita memprioritaskan pembinaan pelajar, bukan justru membiarkan mereka menjadi kelompok paling rentan melanggar.
Polres Trenggalek Tidak Tahan Kendaraan, STNK Jadi Jaminan Tilang
Meskipun mencatat ribuan pelanggaran, Polres Trenggalek memilih untuk tidak menahan kendaraan para pelanggar. Sebagai gantinya, petugas menyita STNK sebagai jaminan untuk proses persidangan tilang.
“Kami tidak menahan kendaraan, melainkan menggunakan STNK sebagai jaminan untuk proses persidangan,” ujar Sony.
Langkah ini dianggap lebih humanis, namun tetap mengedepankan proses hukum yang berlaku.
Respons Masyarakat Dinilai Positif Selama Operasi
Operasi Patuh Semeru 2025 berlangsung di seluruh wilayah kecamatan di Trenggalek. Menurut AKP Sony, pelaksanaannya berjalan tertib tanpa hambatan berarti. Bahkan, mayoritas masyarakat memberikan respons positif dan tidak menyampaikan keluhan selama operasi berlangsung.
“Selama operasi, masyarakat menunjukkan respons yang cukup baik dan kami tidak menerima komplain. Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi, termasuk kepada pemilik dan sopir kendaraan,” tandasnya.(CIA)
Views: 100

















