TRENGGALEK, bioztv.id – Tangis haru dan isak doa menyelimuti halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha, Jumat (2/5/2025) pagi. Sebanyak 359 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek dilepas menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, sebelum diberangkatkan ke tanah suci Mekkah. Namun di balik suasana bahagia itu, ada 17 orang yang harus menahan rindu, lantaran keberangkatannya tertunda.
Mereka yang gagal berangkat terdiri dari seorang jamaah sakit bernama Rukayah dan 16 lainnya karena masalah administrasi, yakni visa yang belum turun. Sebagian besar dari mereka adalah pasangan suami-istri yang memilih menunda keberangkatan demi tetap bisa beribadah bersama pasangan di tanah suci.
“Totalnya ada 376 calon jamaah haji yang sedianya masuk kloter 4. Tapi hanya 359 yang bisa kita berangkatkan hari ini. Satu orang mengundurkan diri karena sakit dan 16 lainnya terkendala visa yang belum keluar,” terang Subkan Hamzah, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Trenggalek saat ditemui di lokasi pemberangkatan.
Visa Belum Turun, Pilih Berangkat Bersama Pasangan
Subkan menjelaskan, dari 16 orang yang tertunda, sebagian besar merupakan pasangan dari calon jamaah yang visanya belum turun. Daripada berangkat terpisah, mereka memilih menunggu hingga visa pasangan terbit, agar bisa bersama menunaikan rukun Islam kelima itu.
“Mereka ini pasangan suami-istri atau pendamping. Karena salah satunya belum keluar visanya, akhirnya memilih sama-sama berangkat di kloter berikutnya. InsyaAllah mereka akan berangkat di kloter 45 pada 14 Mei 2025 dini hari nanti,” imbuhnya.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk kebersamaan sekaligus untuk menjaga kekhusyukan ibadah haji yang dijalani berdua, tanpa rasa cemas meninggalkan pasangan di tanah air.
Air Mata Rukayah: Mengundur Diri Gara-gara Sakit
Rukayah (62), warga Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, harus menahan tangis ketika melihat bus keberangkatan perlahan menjauh. Perempuan yang sudah mempersiapkan diri selama setahun ini terpaksa mengundurkan diri karena penyakit jantung yang kambuh seminggu sebelum pemberangkatan.
“Yang satu ini karena sakit. Sudah diperiksa dan dipastikan tidak memungkinkan untuk berangkat. Jadi harus ditunda. Mudah-mudahan tahun depan diberikan kesehatan dan kesempatan lagi,” kata Subkan.
359 Jamaah Diberangkatkan, 9 Bus Disiapkan
Meski begitu, prosesi pemberangkatan berjalan lancar. Sebanyak 359 calon jamaah haji dilepas resmi dari Pendopo Trenggalek menuju Asrama Haji Sukolilo menggunakan sembilan armada bus yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Alhamdulillah, hari ini kita berangkatkan 359 CJH menuju Asrama Haji Sukolilo. Dari situ nanti mereka langsung ke embarkasi Juanda, sebelum terbang ke Madinah,” jelas Subkan.
Selain kloter 4, lanjut Subkan, jamaah asal Trenggalek juga masuk dalam kloter 45 yang dijadwalkan berangkat 14 Mei mendatang. Kloter ini akan diisi sebanyak 106 orang, termasuk 16 CJH yang tertunda tadi.
Harapan di Kloter 45: Doa untuk Penyempurnaan Ibadah
Meski keberangkatan tahun ini belum bisa sepenuhnya dilakukan bersamaan, Subkan berharap seluruh jamaah diberi kesehatan dan kelancaran saat menjalankan ibadah haji di tanah suci. Bagi 17 jamaah yang tertunda, perjuangan belum berakhir. Mereka berharap bisa segera menyusul rekan-rekannya.
“Bagi yang berangkat hari ini, kita doakan semua selamat, sehat, dan menjadi haji mabrur. Untuk yang tertunda, mudah-mudahan segera sehat dan visanya segera turun, sehingga bisa berangkat di kloter berikutnya,” pungkasnya.(CIA)
Views: 49

















