TRENGGALEK, bioztv.id – Gemerlap lampu warna-warni menyulap lorong-lorong Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, menjadi lautan cahaya saat malam tiba. Setiap sudut kampung bercahaya indah, menciptakan suasana Lebaran yang begitu semarak. Tradisi menghias kampung ini bukan sekadar ajang mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan warga.
“Dulu kami menggunakan obor dan lentera, lalu beralih ke plastik janur kuning. Sekarang, kami memakai lampu LED yang lebih terang dan tahan lama,” ujar Sudarman, Ketua RT setempat.
Menariknya, seluruh dekorasi ini berasal dari swadaya masyarakat. Warga rela merogoh kocek secara patungan agar kampung mereka tampak meriah. “Setiap rumah rata-rata menyumbang Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Ini bukan soal besar kecilnya sumbangan, tetapi bagaimana kami bisa bersama-sama membangun suasana Lebaran yang lebih istimewa,” imbuhnya.
Sejak puasa hari ke-21, warga mulai bergotong royong memasang hiasan dan lampu-lampu di sepanjang jalan. Puncaknya, pada malam takbiran, kampung ini berubah menjadi destinasi wisata dadakan yang menarik banyak pengunjung.
“Kalau sudah Lebaran, kampung ini tidak pernah sepi. Banyak orang datang hanya untuk melihat keindahan lampion-lampion yang kami pasang. Ini jadi kebanggaan bagi kami,” ungkap Sujiono, salah satu warga.
Namun, keseruan tak berhenti di situ. Setelah hari raya, warga setempat menggelar Festival Ketupat pada H+7 Lebaran. Acara ini menghadirkan sajian ketupat gratis bagi pengunjung dan dimeriahkan dengan lomba kostum serta festival sound system.
“Ini bukan hanya perayaan biasa, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan tradisi. Kami ingin menjaga kebersamaan ini agar terus ada dari generasi ke generasi,” tambah Sujiono.
Bagi para perantau, momen ini menjadi alasan untuk kembali ke kampung halaman setiap Lebaran. Dengan segala kemeriahannya, Desa Widoro tak sekadar menjadi kampung bercahaya, tetapi juga simbol solidaritas dan kecintaan terhadap tradisi. Sebuah warisan budaya yang patut dijaga dan diteruskan
“Setiap kali pulang, saya selalu menantikan suasana ini. Ada rasa bangga dan haru melihat kampung sendiri begitu hidup dan penuh warna,” ujar Zico, seorang warga yang baru pulang dari perantauan..(CIA)
Views: 7

















