TRENGGALEK, bioztv.id – Suasana Pasar Pon Trenggalek berubah drastis jelang Lebaran. Jika biasanya hanya dikunjungi segelintir pembeli, kini pasar yang terletak di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sumbergedong, itu dipadati warga yang berburu jajanan Lebaran. Para pedagang pun tersenyum lebar, omzet mereka melonjak hingga berkali-kali lipat dibanding hari biasa.
Sejak pertengahan Ramadan, lonjakan pengunjung mulai terasa. Pasar Pon yang dikenal sebagai pusat perdagangan barang kering, seperti makanan ringan, perabot rumah tangga, dan mainan, mendadak ramai. Lantai dasar yang diisi para pedagang jajanan menjadi salah satu titik paling sibuk. Di antara mereka, Purnami, salah seorang pedagang makanan ringan, mengaku kebanjiran pembeli.
“Kalau hari biasa dapat Rp 200 ribu sehari saja sudah bagus. Tapi menjelang Lebaran begini, bisa sampai Rp 3-5 juta per hari,” ujar Purnami.
Ia menuturkan, jumlah pembeli yang datang ke kiosnya meningkat signifikan. Jika pada hari biasa hanya ada segelintir pelanggan, kini ia bisa melayani puluhan orang dalam sehari. Tak hanya jumlahnya yang bertambah, belanjaan mereka pun jauh lebih banyak dibanding hari biasa.
“Kalau bulan puasa, paling sedikit 10 orang beli setiap hari. Mereka belanja lebih banyak, rata-rata habis Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu,” lanjutnya.
Makanan ringan pabrikan menjadi primadona tahun ini. Menurut Purnami, masyarakat lebih banyak berburu jajanan modern seperti sus coklat, dibandingkan makanan khas Trenggalek seperti alen-alen, manco, atau keripik tempe.
“Kalau makanan khas Trenggalek biasanya lebih ramai setelah Lebaran. Mungkin karena mereka ingin sesuatu yang berbeda untuk suguhan tamu,” jelasnya.
Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Pon. Bagi mereka, momentum Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan meraih rezeki lebih banyak. Keramaian ini diperkirakan akan bertahan hingga beberapa hari setelah Idul Fitri, sebelum akhirnya pasar kembali ke rutinitas seperti biasa.
Salah seorang pembeli, Siti, mengaku memilih belanja di Pasar Pon karena harga yang lebih terjangkau dan variasi produk yang lebih banyak. Kemeriahan di Pasar Pon Trenggalek menjadi gambaran betapa Lebaran bukan hanya soal ibadah dan silaturahmi, tetapi juga perputaran ekonomi yang menghidupkan banyak sektor.
“Di sini lebih lengkap, harganya juga lebih murah dibanding toko modern. Makanya saya selalu belanja jajanan Lebaran di sini setiap tahun,” kata Siti.(CIA)
Views: 2
















