TRENGGALEK, bioztv.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2026 secara signifikan. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengumumkan total anggaran mencapai Rp95 miliar, naik sekitar Rp60 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran tersebut untuk mempercepat perbaikan akses jalan di berbagai wilayah.
Mas Ipin menyampaikan kabar ini saat meninjau langsung kondisi jalan rusak di ruas Sumberingin–Kedekan dalam rangka Safari Ramadan di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan.
Fokus Tambal Jalan Sebelum Arus Mudik
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Mas Ipin menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mempercepat perbaikan di sejumlah titik strategis. Pemerintah daerah memprioritaskan penambalan lubang jalan agar pemudik dapat melintas dengan aman dan nyaman.
“Kami sudah memulai perbaikan di lapangan. Warga bisa memantau langsung titik-titik pengerjaan yang kami publikasikan melalui media sosial resmi Dinas PUPR Trenggalek,” ujar Mas Ipin kepada awak media.
Kecamatan Durenan Jadi Prioritas Jalur Kupatan
Dalam pemetaan prioritas perbaikan jalan, Pemkab Trenggalek menempatkan Kecamatan Durenan sebagai wilayah utama. Kawasan ini menjadi pintu masuk utama Kabupaten Trenggalek sekaligus pusat tradisi Kupatan yang selalu menarik ribuan pengunjung setelah Lebaran.
“Durenan selalu kami prioritaskan karena perannya strategis sebagai gerbang utama Trenggalek sekaligus pusat keramaian Kupatan,” jelas Mas Ipin.
Respons Keluhan Warga Sumberingin–Kedekan
Menanggapi keluhan warga terkait kerusakan jalan di ruas Sumberingin–Kedekan, Mas Ipin memastikan tim teknis telah memasukkan proyek tersebut dalam rencana kerja tahun ini. Ia juga meminta jajaran PUPR mempercepat pelaksanaan perbaikan setelah menerima aspirasi warga saat Safari Ramadan.
“Tim PUPR sebenarnya sudah melakukan survei dan menjadwalkan perbaikan di sini. Karena ini aspirasi langsung dari warga, kami akan mempercepat tindak lanjutnya,” tegasnya.
Kendala Teknis dan Dukungan Anggaran Pusat
Meski anggaran meningkat, Pemkab Trenggalek masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti keterbatasan alat pemotong aspal (cutting) sehingga pemerintah daerah masih harus menyewa peralatan tersebut. Selain itu, sebagian pembiayaan proyek masih menunggu finalisasi kontrak pinjaman daerah.
Di tengah tantangan tersebut, Pemkab Trenggalek juga mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp23 miliar. Pemerintah mengalokasikan dana ini untuk peningkatan jalan dan pembangunan drainase di ruas Ngetal–Kampak.
“Alhamdulillah, bantuan pusat sekitar Rp23 miliar ini sangat membantu pengaspalan dan pembangunan saluran air di jalur Ngetal sampai Kampak. Proyek multi-years ini kami targetkan selesai pada April mendatang,” pungkas Mas Ipin.
Melalui peningkatan anggaran ini, Pemkab Trenggalek berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(CIA)
Views: 24
















