Awal 2025, Kasus PMK di Trenggalek Melonjak Tajam, 541 Sapi Terjangkit 11 Mati

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Trenggalek mengalami lonjakan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan laporan Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, jumlah sapi yang terjangkit PMK hingga 13 Januari 2025 telah mencapai 541 ekor. Angka ini meningkat dua kali lipat setiap enam hari.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Joko Susanto, menjelaskan tren peningkatan ini berlangsung sejak akhir Desember 2024. Pada akhir Desember 2024, tercatat ada 79 kasus. Kemudian pada minggu pertama Januari 2025 meningkat menjadi 156 kasus.

“Terakhir, hingga 13 Januari, jumlahnya melonjak drastis menjadi 541 kasus,” ungkap Joko.

Sebagian besar kasus PMK menyerang sapi, meski terdapat beberapa laporan kasus pada kambing. Dari total 541 sapi yang terjangkit, sebanyak 24 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara 490 ekor masih dalam proses pengobatan. Joko menambahkan, selama musim PMK ini, ada 5 sapi yang harus dipotong paksa, 11 sapi mati akibat PMK, dan 11 sapi lainnya dijual oleh pemiliknya.

“Semua ternak yang sakit terus kami pantau dan lakukan pengobatan. Namun, dengan perkembangan seperti ini, langkah pencegahan juga sangat penting,” ujar Joko.

Penutupan Pasar Hewan untuk Mencegah Penyebaran

Lonjakan kasus ini mendorong pemerintah daerah mengambil langkah tegas untuk menutup sementara pasar hewan di Trenggalek. Penutupan ini bertujuan membatasi lalu lintas hewan yang berpotensi membawa virus PMK dari atau ke daerah lain.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah untuk menutup pasar hewan sementara waktu. Tapi kalau ada pembelian langsung dari kandang untuk kebutuhan seperti aqiqah atau hajatan, masih kami perbolehkan, asalkan kondisinya aman dan pembelinya adalah warga sekitar,” jelas Joko.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan ke hewan lain, terutama kambing. “Meskipun jumlah kasusnya masih kecil, kambing tetap memiliki potensi terinfeksi PMK,” imbuh Joko.

Harapan pada Distribusi Vaksin PMK

Di sisi lain, upaya pengadaan vaksin dan obat-obatan untuk PMK masih menjadi kendala. Saat ini, Dinas Peternakan Trenggalek masih menunggu distribusi vaksin dari pemerintah provinsi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah provinsi. Informasi terakhir, vaksin PMK masih dalam proses pengadaan. Mudah-mudahan segera tersedia dan didistribusikan ke kabupaten-kabupaten,” harap Joko.

PMK merupakan ancaman serius bagi sektor peternakan di Trenggalek. Pemerintah daerah berharap langkah pencegahan, pengobatan, dan dukungan dari semua pihak dapat segera menekan penyebaran penyakit ini. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan gejala PMK pada ternak sesegera mungkin kepada pihak berwenang.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, agar peternak tidak semakin dirugikan dan hewan ternak kita bisa terlindungi dari ancaman PMK,” pungkas Joko.(CIA)

Views: 1