TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek pada Senin (16/12/2024) memicu banjir besar di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Salah satu korban terdampak adalah Sumini (60), warga RT 12 RW 05, yang harus dievakuasi menggunakan perahu karet karena mengalami gangguan pernapasan.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Rumah Sumini terendam banjir setinggi 70 cm, sementara akses ke lokasi sulit dijangkau karena air menggenangi sebagian besar wilayah Kelurahan Kelutan. Kondisi ini membuat layanan kesehatan seperti puskesmas pembantu (Pustu) di Kelutan tidak bisa beroperasi.
“Kami sebenarnya memiliki satu Pustu di sini, tetapi pelayanan terhenti karena bangunannya terendam banjir,” ujar Lurah Kelutan, Pamuji Rochmad, saat diwawancarai.
Tantangan Evakuasi dan Respon Cepat BPBD
Menurut Pamuji, keluarga Sumini awalnya sudah menghubungi layanan darurat PSC 119 pada pagi hari. Namun, petugas kesehatan tidak dapat mencapai lokasi karena terhalang banjir. Warga akhirnya meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek untuk mengevakuasi Sumini.
“Warga langsung menghubungi BPBD untuk meminta perahu karet. Tak lama, petugas datang dan langsung mengevakuasi Sumini ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek,” ungkapnya.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menyampaikan bahwa prioritas evakuasi saat ini diberikan kepada warga rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. “Banjir di Kelurahan Kelutan cukup parah. Kami mengerahkan tim gabungan untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan segera bisa dievakuasi,” jelasnya.
Warga Terdampak Berharap Penanganan Cepat
Banjir yang melanda Kelurahan Kelutan ini tidak hanya memutus akses layanan kesehatan tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Sumini kini sudah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Soedomo, namun masih banyak warga lain yang membutuhkan bantuan logistik dan medis.
“Kami berharap bantuan alat seperti pompa air dan perahu karet bisa ditambah. Selain itu, solusi jangka panjang seperti perbaikan tanggul dan drainase sangat penting agar banjir tidak kembali terjadi,” tutur Pamuji.
Kepala BPBD Trenggalek juga menegaskan, banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Ngasinan ini sudah berangsur surut. Hingga kini, BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
“Dinas sosial juga sudah membuka dapur umum untuk warga terdampak,” pungkas Triadi. (CIA)
Views: 5
















