TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Trenggalek pada 17-18 Mei 2025 kembali menyebabkan bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek melaporkan terjadinya banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang yang melanda sejumlah desa di empat kecamatan.
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi selama dua hari terakhir menjadi pemicu utama bencana ini.
“Kondisi cuaca buruk kemarin mengakibatkan banjir bandang yang menggenangi rumah warga, tanah longsor, hingga pohon tumbang di beberapa wilayah. Tim kami telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan,” ungkap Triadi pada Minggu (18/5/2025).
Ratusan Rumah Terendam Banjir Bandang
Banjir bandang tercatat melanda tiga wilayah di Kecamatan Trenggalek. Di Kelurahan Tamanan, sebanyak 359 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Di Kelurahan Kelutan, permukiman warga di RT 2 hingga RT 10 juga terendam banjir. Sementara itu, di Desa Ngares, banjir setinggi 30 cm berdampak pada 26 KK.
Longsor Tutup Akses Jalan dan Timpa Rumah Warga
Bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di dua lokasi. Di Dusun Mojo, Desa Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek, material longsor menutup akses jalan utama. Di Desa Pule, Kecamatan Pule, longsor menimpa bagian dapur rumah milik Bapak Samiyo.
“Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kami mengimbau seluruh warga, terutama yang tinggal di area rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan,” tutur Triadi.
Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas dan Rusak Bangunan
Dampak cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Di Desa Pandean, Kecamatan Durenan, pohon tumbang menimpa lampu penerangan jalan dan sempat menutup sebagian jalan di RT 07 RW 02. Insiden serupa terjadi di Jalan Raya Suruh-Pule, Kecamatan Suruh, serta di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, di mana pohon tumbang menimpa rumah warga.
Triadi merinci bahwa bencana alam ini melanda empat kecamatan, yaitu Trenggalek, Pule, Durenan, dan Suruh. BPBD bersama relawan, TNI, Polri, dan perangkat desa setempat telah bergerak cepat melakukan evakuasi material longsor dan menyingkirkan pohon tumbang.
“Kami terus dalam kondisi siaga mengingat potensi cuaca ekstrem masih ada dalam beberapa hari ke depan,” tegasnya.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
BPBD Trenggalek mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lereng perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Kami mengimbau warga untuk segera melaporkan jika melihat adanya potensi bencana di lingkungan masing-masing agar dapat segera kami tindak lanjuti,” pungkas Triadi. (CIA)
Views: 268
















