Warga Dukuh Trenggalek Terperangkap Longsor, Akses Pendidikan & Ekonomi Lumpuh

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, terisolir akibat tanah longsor yang menutup akses jalan menuju permukiman mereka. Longsor dengan panjang 50 meter dan tinggi 5 meter ini terjadi pada Kamis (12/12) pukul 15.30 WIB. Longsor ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak siang hari.

Bencana ini menyebabkan lumpuhnya akses pendidikan dan perekonomian warga. Anak-anak tidak dapat pergi ke sekolah, sementara kebutuhan pokok sulit dipenuhi karena jalan tertutup material longsor. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan pihaknya telah menurunkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan.

“Kami sedang berusaha membuka akses dan membersihkan material longsoran,” ujar Triadi.

Triadi juga menegaskan, jika cuaca mendukung proses evakuasi metrial longsor diperkirakan bisa selesai dalam satu hari. Namun, jika kondisi cuaca tidak memungkinkan bisa memakan waktu hingga dua hari.

“Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai hari ini. Hingga saat ini proses evakuasi berjalan lancar,” jelas Triadi.

Tidak hanya BPBD, upaya pembersihan juga melibatkan personel TNI, Polri, dan perangkat desa setempat. Mereka bahu-membahu untuk mempercepat pemulihan akses warga.

Sementara itu, Kepala Desa Dukuh, Muyani, menjelaskan bahwa 9 rumah yang dihuni oleh 11 KK atau sekitar 32 jiwa terdampak langsung oleh longsor ini. Kondisi warga di lokasi masih cukup terkendali, meski akses jalan yang tertutup menjadi tantangan utama.

“Untuk kebutuhan makanan, warga saling membantu dengan berbagi stok yang masih ada. Solidaritas tetangga sangat membantu dalam kondisi seperti ini,” ungkap Muyani.

Muyani juga berharap proses pembersihan dapat selesai secepatnya agar aktivitas warga, khususnya pendidikan anak-anak, bisa segera pulih.

“Untuk saat ini anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah karena jalan tertutup,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan BPBD, hujan deras mulai mengguyur Kecamatan Watulimo sekitar pukul 14.00 WIB. Satu setengah jam kemudian, tanah longsor terjadi, menutup akses jalan menuju permukiman warga. Material longsor yang cukup tebal membutuhkan alat berat untuk proses pembersihannya.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa curah hujan tinggi di daerah pegunungan seperti Watulimo memiliki risiko besar terhadap bencana tanah longsor. BPBD Trenggalek terus memantau kondisi cuaca dan memastikan langkah antisipasi dilakukan untuk meminimalkan dampak bencana serupa di masa depan.

Dengan usaha keras semua pihak, warga Dusun Dukuh berharap akses jalan dapat segera kembali normal, sehingga aktivitas sehari-hari mereka dapat pulih tanpa hambatan. BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.(CIA)

Views: 4