Antrean Panjang Operasi Ortopedi RSUD Trenggalek Jadi Sorotan, 3 Ruang Operasi Justru Nganggur

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.idKomisi IV DPRD Trenggalek menyoroti panjangnya antrean operasi ortopedi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Di tengah tingginya jumlah pasien yang menunggu tindakan medis, manajemen rumah sakit justru belum mengoptimalkan tiga ruang operasi (Operation Kamer/OK) lama yang masih kosong.

Komisi IV menemukan kondisi tersebut saat menggelar evaluasi pelayanan kesehatan bersama jajaran manajemen RSUD dr. Soedomo beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan masyarakat masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap layanan ortopedi RSUD dr. Soedomo. Menurutnya, banyak pasien tetap memilih menunggu jadwal operasi di Trenggalek daripada mencari layanan di rumah sakit lain.

“Masyarakat menilai penanganan pelayanan ortopedi di sini sangat bagus. Buktinya, mereka rela mengantre lama dan tidak pindah ke rumah sakit lain. Ini menjadi indikator kuat bahwa publik memercayai kualitas dokter kita,” ujar Sukarodin.

Antrean Mencapai 50 Pasien

Sukarodin menjelaskan, tingginya kepercayaan masyarakat belum diimbangi dengan kapasitas pelayanan rumah sakit. Saat ini, sekitar 50 pasien masih menunggu jadwal operasi ortopedi, sedangkan tim medis hanya mampu menangani dua hingga empat operasi setiap hari.

Jumlah operasi tersebut bergantung pada tingkat kesulitan setiap kasus. Selain itu, dokter kerap menggeser jadwal pasien reguler ketika menerima pasien kecelakaan atau kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera.

“Sehari tim medis hanya bisa melayani sekitar dua sampai empat pasien ortopedi. Jika mendadak ada pasien dengan kondisi darurat, otomatis dokter harus mendahulukannya. Hal inilah yang membuat antrean reguler menjadi semakin mengular,” lanjutnya.

DPRD Minta RSUD Aktifkan Tiga Ruang Operasi Lama

Komisi IV DPRD menilai manajemen RSUD dapat mengurangi antrean pasien dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Sukarodin mengungkapkan, rumah sakit masih memiliki tiga ruang operasi lama yang belum difungsikan kembali.

Karena itu, DPRD meminta manajemen segera mengaktifkan ruang operasi tersebut agar pelayanan bedah ortopedi dapat berjalan lebih cepat.

“Perhatian utama kami tertuju pada tiga ruang operasi lama yang saat ini masih menganggur. Kami mendorong manajemen segera memfungsikannya kembali agar bisa mempercepat pelayanan pasien,” tegas Sukarodin.

Kekurangan SDM dan Alat Medis Jadi Kendala

Meski demikian, DPRD juga memahami bahwa manajemen rumah sakit tidak bisa langsung membuka kembali ruang operasi tersebut. RSUD dr. Soedomo masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, dokter spesialis pendukung, serta peralatan medis yang memenuhi standar keselamatan pasien.

Komisi IV pun meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek memprioritaskan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dan sarana penunjang pada anggaran berikutnya.

“Manajemen harus memenuhi kebutuhan SDM dan peralatan penunjangnya terlebih dahulu. Begitu semuanya siap, tiga ruang operasi itu bisa langsung bekerja mengikis antrean pasien,” jelas Sukarodin.

DPRD Minta Pemkab Perkuat Layanan RSUD

Komisi IV juga menyoroti layanan spesialis lainnya. DPRD mencatat RSUD dr. Soedomo masih sering merujuk pasien bedah, jantung, dan saraf ke rumah sakit di luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumah sakit masih perlu meningkatkan kapasitas pelayanan.

Karena itu, DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera memperkuat layanan kesehatan dengan memprioritaskan pengadaan fasilitas operasi, penambahan tenaga medis, serta pemenuhan alat kesehatan.

Komisi IV menegaskan, pemerintah daerah harus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. Soedomo dengan mempercepat peningkatan kapasitas layanan dan mengurangi antrean operasi yang terus bertambah.(CIA)

Views: 7