TRENGGALEK, bioztv.id – Ancaman pohon tumbang yang telah merenggut korban jiwa memaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama TNI, Polri, dan dinas teknis terkait bertindak. Tim gabungan mulai gelar aksi pemangkasan ranting dan perampingan pohon di sepanjang jalur rawan pohon tumbang. Aksi ini dilakulan menyeluruh hingga 14 kecamatan.
Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, mengungkapkan bahwa aksi ini berfokus pada pengurangan risiko bencana dan peningkatan keselamatan pengguna jalan. Terlebih, sejak November 2024, tiga insiden pohon tumbang telah menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.
“Pemangkasan ini dilakukan di jalur-jalur utama, seperti Jalan Nasional Trenggalek-Tulungagung dan Trenggalek-Ponorogo. Selain itu juga jalur jalur rawan di 14 Kecamatan se Trenggalek,” jelas Triadi
Dalam aksi mitigasi ini, BPBD menggandeng aparat TNI/Polri serta relawan untuk melakukan perampingan pohon yang dianggap berpotensi tumbang. Kegiatan ini dimulai dari wilayah Desa Karangsoko dan akan terus berlanjut ke lokasi-lokasi rawan lainnya.
“Fokus kami adalah mencegah potensi pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang,” imbuhnya.
Triadi Atmono berharap langkah ini tidak hanya mengurangi risiko pohon tumbang, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pengguna jalan
“Kami juga ingin masyarakat lebih peduli terhadap perawatan pohon di sekitar tempat tinggal mereka,” tambah Triadi.
Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan pohon yang tampak rapuh atau berpotensi tumbang, terutama di jalur strategis. Aksi mitigasi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan akibat pohon tumbang, sekaligus menjadi langkah nyata untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
“Pencegahan bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak semua pihak untuk aktif menjaga keselamatan lingkungan,” tutupnya.
Sebelumnya diketahui bahwa, tiga insiden pohon tumbang dalam kurun waktu bulan November hingga Desember 2024 menjadi pengingat keras bagi pemerintah dan masyarakat. Insiden pertama terjadi di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, ketika seorang pengendara motor tewas setelah tertimpa pohon tumbang di tengah hujan deras.
Tak lama berselang, insiden kedua terjadi di Desa Dermosari, Kecamatan Tugu, di mana pasangan suami istri yang berboncengan motor mengalami luka-luka akibat pohon yang tumbang dan menimpa mereka. Insiden ketiga menyusul di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, mengakibatkan seorang pengendara motor harus dirawat intensif akibat cedera serius.(CIA)
Views: 2
















