TRENGGALEK, bioztv.id – Hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (11/12) dini hari, meninggalkan jejak bencana yang signifikan. Sebuah tebing setinggi 25 meter di Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, longsor dan menimbun badan jalan nasional Trenggalek-Pacitan. Longsoran ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Longsor terjadi di lahan petak 72 W seluas 16,6 hektare yang berada di RT 25/RW 11, Dusun Pager Gunung. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup ruas jalan di kilometer 8. Kondisi ini mengakibatkan hambatan serius bagi pengguna jalan.
“Tim gabungan segera melakukan penanganan untuk membersihkan material longsor,” ujar Triadi Atmono, Kepala BPBD Trenggalek.
Tidak hanya itu, tembok penahan jalan (TPJ) di lokasi tersebut juga mengalami keretakan besar dengan tinggi mencapai tiga meter dan lebar 13 meter.
“Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan,” imbuh Triadi..
Sejak pagi, tim gabungan dari Polres Trenggalek, BPBD, TNI, dan warga sekitar bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup jalan. Berkat upaya cepat ini, arus lalu lintas di jalan nasional yang menghubungkan Trenggalek dan Pacitan tersebut berhasil segera kembali normal. Namun, potensi bahaya masih membayangi.
“Kami telah memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi longsor untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Selain itu, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas, terutama karena kondisi TPJ yang retak berpotensi memicu longsoran susulan,” Ungkap Ipda Winarno, KBO Satlantas Polres Trenggalek.
Potensi Bahaya Longsor Susulan Tidak bisa dipungkiri, kondisi geografis yang berupa perbukitan, membuat risiko longsor menjadi salah satu ancaman serius, terutama saat musim hujan tiba. Selain itu, retakan besar pada TPJ di lokasi kejadian menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai dan harus segera ditangani.
“Kami akan terus memantau situasi di lokasi dan mengupayakan untuk mendorong penanganan lebih lanjut,” tegas Ipda Winarno.
Dengan ancaman cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, langkah antisipasi menjadi kunci untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan Pengendara yang melintasi di kawasan ini juga diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi rambu peringatan demi keselamatan bersama.
“Kami mengimbau agar pengguna jalan lebih waspada saat melintas di kawasan ini, karena TPJ sudah retak dan berpotensi ambrol,” pungkasnya.(CIA)
Views: 2
















