Dimotori Disperinaker Trenggalek, Mas Ipin Wejang Pengusaha Muda Baru Usai 3 Hari Pelatihan Kerja

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Dalam upaya mencetak 5.000 pengusaha baru setiap tahunnya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin resmi menutup pelatihan pengembangan kewirausahaan di Gedung Bawarasa, Senin (2/12). Program yang yang dimotori Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek ini menekankan pada pengembangan kewirausahaan berbasis digital.

“Karena di era sekarang, bisnis tidak harus memproduksi sendiri atau memiliki stok barang. Dengan menjadi affiliate saja, peluang menghasilkan cuan sudah besar,” ujar Mochamad Nur Arifin alias Mas Ipin.

Mas Ipin juga memberikan tantangan langsung kepada peserta pelatihan. Salah satu peserta diminta mendesain pakaian untuk dirinya, yang nantinya akan dipromosikan melalui akun media sosialnya. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk memperluas jangkauan produk karya peserta ke masyarakat luas. Dalam sambutannya, Mas Ipin juga menyinggung pentingnya peran perempuan dalam kewirausahaan.

“Hampir 90 persen peserta pelatihan adalah perempuan. Harapannya, mereka bisa menjalankan bisnis sambil tetap bekerja atau mengurus keluarga, sehingga dapat menambah penghasilan,” tambahnya.

Tak hanya membahas pelatihan, Mas Ipin juga menanggapi isu kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen. Ia menilai, kebijakan tersebut sebaiknya diiringi dengan insentif untuk pelaku usaha kecil dan menengah.

“Jika ekonomi sudah berputar, wajib pajak akan berkontribusi lebih besar secara alami. Yang penting, bukan persentase pajaknya yang naik, tapi bagaimana pendapatan pelaku usaha meningkat,” katanya.

Mas Ipin juga mengusulkan insentif pajak untuk bisnis yang mendukung Net Zero Carbon, seperti restoran atau warung yang mengelola limbahnya dengan baik. Program ini mendapat apresiasi dari para peserta, terutama karena pendekatannya yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Contohnya, jika minyak jelantah dikelola atau penggunaan sampah diminimalkan, mungkin bisa mendapatkan pengurangan pajak,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek, Heri Yulianto, menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak pengusaha yang mampu bersaing secara digital dan memanfaatkan potensi lokal.

“Pelatihan ini digelar selama 3 hari. Kami berharap peserta tidak hanya mampu mengelola bisnis secara mandiri, tetapi juga menjadi UMKM Champion yang bisa berbagi ilmu dengan pengusaha lain,” ujar Heri.

Heri juga menambahkan, untuk narasumber kegiatan pelatihan pengembangan kewirausahaan  ini ada  7 orang. Para mentor ini berasal  dari Perhimpunan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (PAMA) Kabupaten Trenggalek.

“Kami ingin peserta meningkatkan keterampilan bisnis mereka, memperluas jaringan, dan lebih inovatif dalam menghadapi tantangan bisnis,” pungkasnya.(CIA)

Views: 1