TRENGGALEK, bioztv.id– Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek dengan pimpinan komisi-komisi berlangsung produktif. Salah satu poin utama yang dibahas adalah peningkatan pendapatan daerah dari sektor kesehatan, terutama dari RSUD dan puskesmas yang kini menunjukkan tren positif.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyampaikan bahwa laporan dari Komisi 4 DPRD terkait progres RSUD dr. Soedomo dan sejumlah puskesmas sangat menggembirakan. RSUD dr. Soedomo, misalnya, diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan dari Rp 140 miliar menjadi Rp 147 miliar di tahun 2025.
“Alhamdulillah, progresnya bagus. bisa meningkatkan pendapatan daerah. Puskesmas juga menunjukkan perkembangan signifikan karena semuanya sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD,” ujar Doding.
Selain itu, RSUD Panggul juga mengalami perkembangan pesat. Rumah sakit ini diproyeksikan dapat menyumbang pendapatan sekitar Rp 2 miliar untuk kas daerah pada tahun mendatang.
Namun, Doding menekankan bahwa di luar capaian sektor kesehatan, masih ada sejumlah isu krusial yang harus diselesaikan, salah satunya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2025.
“Permasalahan jalan ini masih menjadi tantangan besar. Harapannya, Banggar bisa menyesuaikan alokasi anggaran agar kebutuhan ini dapat terpenuhi,” tambahnya.
Di sisi lain, Doding juga menggarisbawahi pentingnya memenuhi alokasi anggaran untuk Inspektorat sesuai aturan sebesar 0,75% dari APBD. Selain itu, anggaran untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga perlu ditingkatkan agar dapat mendukung investasi dan pelayanan publik.
“Banyak hal yang dilaporkan komisi-komisi, dari Inspektorat hingga DPMPTSP. Semua ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun anggaran yang lebih baik dan sesuai prioritas,” pungkasnya.(CIA)
Views: 2
















