TRENGGALEK, bioztv.id – Di Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, harapan besar tumbuh di antara warga untuk segera menikmati hasil pembangunan Jembatan Gembes yang hampir rampung. Jembatan yang menjadi akses utama ini dinantikan oleh masyarakat sebagai sarana penting yang dapat memperlancar aktivitas dan mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman mereka.
Saat dilakukan monev progres pembangunan jembatan oleh tim bagian pembangunan sekretariat daerah Trenggalek, bersama Dinas PUPR dan Konsultan, Salim, Warga Dusun Gembes, menuturkan betapa pentingnya jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari warga sekitar. Ia menyambut positif peninggian konstruksi jembatan baru yang diyakini dapat mencegah luapan air sungai yang sebelumnya kerap membanjiri rumah warga di sekitar.
“Jembatan ini satu-satunya akses yang bisa dilalui kendaraan besar, seperti mobil. Ada jalan lain, tapi sempit, dan kalau musim hujan tidak bisa dilewati karena belum diaspal,” ungkapnya.
Meski dengan tinggi jembatan yang baru, rumahnya kini berada lebih rendah, Salim mengaku tidak mempermasalahkannya.
“Walaupun rumah saya kalah tinggi dibandingkan jembatan, yang penting sekarang kami lebih aman dari ancaman banjir,” lanjutnya dengan nada optimis.
Salim juga mengapresiasi desain jembatan yang kini tanpa tiang penyangga di tengah sungai, berbeda dengan struktur sebelumnya. Menurutnya, desain baru ini lebih baik karena tidak menghalangi aliran air dan mengurangi sampah yang biasanya tersangkut di pilar tengah.
“Semoga pembangunannya cepat selesai, jadi bisa langsung kami gunakan,” tambahnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Slamet Susanto, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gembes sudah mencapai progres 94 persen dan ditargetkan selesai pada 28 November. Jembatan ini dinilai vital karena menghubungkan Kecamatan Munjungan dengan Kecamatan Dongko melalui Desa Pandean, yang juga merupakan jalur strategis untuk menggerakkan perekonomian warga di kedua kecamatan.
“Kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat memprihatinkan. Abutmen yang terkikis aliran sungai besar dan lebarnya yang hanya 2,5 meter membuat jembatan ini rawan bagi pengguna jalan,” jelas Slamet.
Pembangunan jembatan baru ini membuat lebar jembatan bertambah menjadi 4,4 meter, dengan panjang diperpanjang dari 8 meter menjadi 12 meter, sehingga memungkinkan akses bagi kendaraan yang lebih besar.
“Jenis jembatan yang digunakan adalah jembatan komposit, dan pembangunannya dianggarkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 1,3 miliar,” tambah Slamet.
Diharapkan, jembatan baru ini bukan hanya meningkatkan keamanan dan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang bagi perkembangan ekonomi yang lebih pesat di kawasan tersebut.
Dengan hampir rampungnya proyek ini, warga Dusun Gembes menyimpan harapan besar akan akses yang lebih baik dan bebas dari ancaman banjir yang selama ini menghantui mereka.
“Pembangunan ini sebagai langkah maju bagi Trenggalek dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat,” pungkas Slamet.(CIA)
Views: 2
















