Anggaran Jalan Rusak Minim & Belanja Pegawai TInggi, Rapat Banggar DPRD Trenggalek Sempat Tegang

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek sempat berlangsung tegang saat membahas rencana anggaran tahun 2025. Salah satu isu utama yang mencuat adalah minimnya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan rusak. Kondisi ini dinilai menjadi momok dalam pembangunan infrastruktur tahun depan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyoroti perlunya peningkatan anggaran untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ia mengungkapkan, saat ini alokasi anggaran hanya sebesar Rp 41 miliar, jauh dari kebutuhan ideal Rp 250 miliar untuk menyelesaikan perbaikan semua jalan rusak.

“Saat ini kondisi jalan di Trenggalek yang bagus sekitar 72-73%, artinya masih ada sekitar 23% jalan rusak di Trenggalek ” ujar Doding.

Ia menambahkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD mengusulkan perencanaan jangka panjang dengan mengalokasikan sekitar Rp 70-80 miliar per tahun selama tiga tahun ke depan. Karena, jika dalam satu tahun, anggaran pemkab Trenggalek tidak memungkinkan.

“Kita realistis melihat kondisi anggaran. Harapannya, selama tiga tahun ke depan semua jalan dalam kondisi baik,” tegasnya.

Namun, besarnya belanja pegawai, termasuk kebutuhan untuk perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), menjadi salah satu kendala utama dalam menambah anggaran jalan. Doding mengungkapkan, belanja pegawai Trenggalek saat ini mencapai hampir Rp 1,2 triliun, termasuk tambahan sekitar Rp 50 miliar untuk pengadaan P3K.

“Dengan tambahan belanja untuk P3K, anggaran kita semakin ketat. Makanya, kita harus melakukan rasionalisasi pada program-program lain, terutama yang sifatnya pilihan, bukan wajib,” paparnya.

Dalam diskusi tersebut, Banggar sepakat untuk mengevaluasi kembali prioritas anggaran, dengan fokus pada infrastruktur dasar seperti jalan dan penghematan belanja yang dianggap kurang mendesak. Rapat Banggar ini menjadi awal dari penyusunan anggaran tahun 2025 yang lebih efisien dan strategis, demi memastikan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Trenggalek tetap menjadi prioritas utama.

“Program yang sifatnya pilihan akan coba kita rasionalisasi, agar kebutuhan pembangunan yang prioritas, seperti jalan, bisa terpenuhi,” tutup Doding.(CIA)

Views: 0