Lagi Lagi Mahasiwa ITB AD Menjadi Pelopor Pemberdayaan Ternak Ayam Bagi Masyarakat Desa Kundi

oleh
oleh
Lagi Lagi Mahasiwa ITB AD Menjadi Pelopor Pemberdayaan Ternak Ayam Bagi Masyarakat Desa Kundi
Lagi Lagi Mahasiwa ITB AD Menjadi Pelopor Pemberdayaan Ternak Ayam Bagi Masyarakat Desa Kundi

BANGKA BARAT, bioztv.id – Seorang mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta, kembali pelopori Program pemberdayaan masyarakat di Bangka Belitung. Melalui proyek independen dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN), Soromiani, pacu usaha pengembangan peternakan ayam bagi karang taruna Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip.

Sesuai hasil analisis yang dilakukan oleh Soromiani, seorang mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Jakarta, Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip., Kabupaten bangka Barat, Kepualuan Bangka Balitung, memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sektor peternakan. Namun, masyarakat Desa Kundi masih minim pengetahuan dan keterampilan dalam hal peternakan ayam yang baik.

“Kurangnya sarana dan prasarana juga menjadi kendala besar dalam mengoptimalkan potensi yang ada.” Ujar Soromiani .

Dengan demikian, keberadaan peternakan ayam di desa ini bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat setempat.

“Harapan kami tak lain agar masyarakat lebih mandiri dalam sektor ekonomi,” imbuhnya.

Untuk mengatasi problem di Desa Kundi ini, Soromiani dan timnya tawarkan sejumlah solusi. DIantaranya memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sasaran utamanya anggota Karang Taruna dan ibu-ibu PKK. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang beternak ayam, mulai dari pembuatan kandang yang sehat, pemberian pakan yang tepat, hingga cara pemasaran hasil ternak.

“Kami juga memberikan pelatihan mengenai pemasaran melalui media sosial, sehingga masyarakat bisa menjual produk mereka tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas,” tambah Soromiani.

Lebih lanjut Soromiani menyampaikan, program ini bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi dalam peternakan. Dengan demikian, peternakan ayam dapat menjadi salah satu bentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkelanjutan di Desa Kundi.

“Saya optimis bahwa dengan pelatihan yang tepat, masyarakat Desa Kundi bisa meningkatkan kesejahteraan mereka melalui peternakan ayam ini,” jelas Soromiani.

Setelah sekitar satu bulan pelaksanaan, hasilnya cukup menggembirakan. Masyarakat mulai menunjukkan minat yang tinggi terhadap peternakan ayam, dan pemahaman mereka mengenai cara merawat ayam juga meningkat signifikan.

“Kami berhasil mencapai target pelatihan untuk minimal 20 orang dari Karang Taruna dan PKK, dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Soromiani.

Dengan bimbingan dan pelatihan yang diberikan, masyarakat kini memiliki keterampilan yang lebih baik dalam mengelola peternakan ayam. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dalam jangka panjang.

“Syukurlah, setelah melalui berbagai rintangan akhirnya program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan ayam di Desa Kundi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana,” kata Soromiani.

Soromiani juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan dari pemerintah setempat.

“Kerjasama dan perhatian dari pemerintah Desa Kundi sangat diperlukan untuk memastikan program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(CIA)

Views: 3