Pelantikan DPRD Trenggalek Diwarnai Demo, Mahasiswa Bawa Keranda dan Pocong, Soroti Perjadin

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Pelantikan anggota DPRD Trenggalek periode 2024-2029 tidak hanya menjadi momen sakral bagi para wakil rakyat.  Pelantikan ini juga menjadi ajang protes bagi mahasiswa di Trenggalek. Mereka menggelar aksi demonstrasi dengan membawa keranda dan pocong. Mahasiswa juga minta anggota DPRD cuci muka dengan air kembang setaman.

Orator aksi, Mamik Wahyuningtyas, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk peringatan dan kritik terhadap para anggota DPRD yang baru dilantik, pada Senin (26/8/2024) di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

“Kami berterima kasih kepada anggota DPRD yang telah terjun ke sini dan mau mengikuti prosesi pelantikan kedua yang kami gelar. Kami meminta mereka untuk membasuh tangan dan muka dengan air kembang sebagai simbol bahwa mereka benar-benar peduli dengan rakyat,” ujar Mamik.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan kue dengan tulisan, “Selamat menikmati anggaran perjalanan dinas 3 Miliar”. Hal ini merujuk pada anggaran perjalanan dinas sebesar 3 miliar rupiah yang akan dinikmati oleh anggota DPRD yang baru dilantik dalam APBD Perubahan tahun 2024.

“Kue ini adalah simbol ironi dari anggaran besar yang dialokasikan untuk perjalanan dinas tanpa adanya laporan hasil yang jelas kepada masyarakat,” tambah Mamik.

Orator aksi lainnya, Beni Kusuma Wardani menegaskan bahwa DPRD Trenggalek selama ini kurang transparan dalam melaporkan hasil dari perjalanan dinas mereka.

“Kami menuntut agar DPRD Trenggalek dalam lima tahun ke depan lebih memperhatikan masyarakat, termasuk dengan melibatkan mereka dalam pembentukan peraturan daerah (Perda),” kata Beni.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Sementara DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan apresiasinya terhadap pergerakan mahasiswa sebagai bentuk kontrol sosial yang sangat diperlukan. Ini sangat membantu dan berguna, terutama ketika pemerintah sedikit lamban.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak bahwa di Trenggalek pergerakan teman-teman pemuda dan mahasiswa itu hidup. Tuntutan yang disampaikan, baik yang bersifat nasional maupun lokal, menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Doding.

Doding menambahkan bahwa DPRD Trenggalek dituntut untuk benar-benar bisa lebih baik dari sebelumnya, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

“Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bagi para wakil rakyat untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya,” pungkas Doding.(CIA)

Views: 2