TRENGGALEK, bioztv.id – Temui langsung sejumlah massa demontrasi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Trenggalek. Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi sambut baik aksi massa. Terlebih aspirasi yang disampaikan merupakan aspirasi dari bawah. Yakni terkait kanaikan beras, hingga kondisi infrastruktur.
Doding Rahmadi mengatakan, secara garis besar inti aspirasi yang disampaikan GMNI ada dua, yaitu terkait kenaikan harga beras dan kondisi infrastruktur jalan. Saat ini kenaikan harga beras dinilai luar biasa. Sehingga Pemerintah harus membuat solusi agar inflasi terhadap bahan pokok ini tidak terlalu tinggi.
“Kalau harga terlalu tinggi bisa berbahaya di masyarakat. Pemerintah harus membuat solusi agar inflasi terhadap bahan pokok ini tidak terlalu tinggi. Kami juga berharap pemerintah pusat melakukan langkah-langkah konkret agar harga-harga pokok tidak kembali normal ” Kata Doding.
Doding juga menjelaskan bahwa saat ini sekitar 76% jalan di Trenggalek dalam kondisi mantap, sedangkan 24% dalam kondisi rusak. Dalam setiap Tahunnya, jalan rusak ada yang diperbaik, yaitu sesuai skala prioritas Musrenbang di setiap Kecamatan. Sedikitnya Dua prioritas tertinggi di setiap Kecamatan pasti dinaikan.
“Anggaran kita untuk infrastruktur terbatas, sekitar 300M sampai 400M,” kata Doding.
Lebih lanjut Doding menjelaskan jika Pemerintah Kabupaten Trenggalek berkomitmen untuk menuntaskan jalan-jalan rusak di Trenggalek. Karena kondisi keuangan daerah cukup terbatas, Pemerintahd aerah juga lakukan lobi lobi ke pusat. Harapannya ada kucuran anggaran pusat yang bisa untuk membangun infrastruktur di Trenggalek.
“Berbagai macam cara kita gunakan agar jalan kita itu bisa bagus semua.” kata Doding.
Salah satu contoh kucuran anggaran pusat untuk infrastruktur di Trenggalek yang saat ini sudah dikerjakan adalah jembatan Nglembu, Bendorejo, Pogalan. Proyek pembangunan tersebut lsngsung ditangani oleh pemerintah pusat tanpa campur tangan pemerintah daerah.(CIA)
Views: 21
















