TRENGGALEK, bioztv.id – Imbauan pembongkaran Tugu Pencak Silat di Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi minta pemerintah hadir ditengah tengah masyarakat, dan jangan hanya mengimbau saja. Doding meminta agar pemerintah turut merasakan suasana kebatinan ribuan warga yang sudah gotong royong mendirikan Tugu tersebut.
Mengacu keterangan Wakil Ketua DPRD Trenggalek, upaya tindak lanjut imbauan Kesbangpol Jatim terkait pembongkaran Tugu Pencak Silat, salah satu solusinya adalah pemerintah harus hadir. Jangan sampai hasil gotong royong ribuan orang harus dibongkar begitu saja tanpa ada solusi penanganan. Jika harus dilakukan penertiban, tugu dengan lambang lambang perguruan pencak silat itu bisa diganti dengan lambang kenegaraan. Misalnya diganti menjadi Tugu pancasila. Artinya pemerintah jangan hanya mengimbau, tapi bisa juga kucurkan anggaran untuk penggantian logo pencak silat menjadi lambang kenegaraan.
Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menjelaskan, Terkait Tugu pencak silat yang berdiri dilahan aset pemerintah, proses pembongkaran bangunan di masing masing daerah kaitannya dengan peraturan daerah (Perda). Sedangkan penegakan perda ranahnya ada pada Satpol-PP. Jika lahan aset itu milik Kementerian PU, maka seharusnya pihak PU menyurati daerah agar dilakukan penertiban.
Doding juga menambahkan sesuai ketentuan yang ada, semua bangunan memang harus berizin, namun lokasi mana yang bisa diizinkan dan mana yang tidak juga harus diidentivikasi. Disisi lain, karena bangunan tugu pencak silat di Trenggalek sudah terlalu banyak, salah satu solusinya adalah Pemerintah daerah memberikan izin terhadap bangunan tugu tersebut. Jika memang simbol simbolnnya dinilai mengganggu, maka bisa diganti dengan simbol simbol kenegaraan maupun simbol yang lain.
Views: 45

















