TRENGGALEK, bioztv.id – Kolam renang Tirta Jwalita ternyata menjadi salah satu seumber penghasil pendapatan daerah. Pasalnya, dalam setiap tahunnya rutin setor PAD hingga 300 Jutaan pertahun. Namun, setoran PAD itu justru berbanding terbalik dengan fasilitas kemanan dilokasi. Akibatnya, 3 pengunjung yang masih anak anak jadi korban tenggelam.
Menurut keterangan ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, jika melihat setoran PAD Kolam renang Tirta Jwalita hingga 100 jutaan, pihaknya menilai hal ini tidak berbandung lurus dengan fasilitas yang diberikan. Komisi 2 menilai DInas pariwisata dan kebudayan (Disparbud) Trenggalek kurang maksimal dalam memberikan fasilitas di Kolam renang Tirta Jwalita. Fasilitas itu diantaranya sarana prasarana keamanan dan keselamatan yang dinilai belum terpenuhi sesuai standar yang harus ada.
Lebih lanjut Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek, Mugianto menyampaikan, salah satu fasilitas keamanan yang terabaikan di kolam renang Tirta Jwalita itu adalah pembatas kedalam kolam. Sesuai keterangan pengelola sebenarnya kolam renang memiliki faslitas pembatas kolam itu, namun justru dipinjamkan ke pihak lain dan di kolam renang tirta jwalita justru tidak ada. Selain itu sejumlah fasilitas keselamatan lain juga dinilai tidak sesuai.
Seperti diberitakan sebelumnya, Buntut insiden Kolam Renang Tirta Jwalita menelan 3 korban jiwa yang masih anak anak, Komisi 2 DPRD Trenggalek minta Inspektorat audit kinerja dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud). Pasalnya, Insiden tersebut diduga kuat akibat adanya kelalaian dari pihak pengelola. Selain itu kolam renang juga dinilai tidak standart.
Views: 38

















