TRENGGALEK, bioztv.id – Kolam Renang Tirta Jwalita kembali mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena tragedi tiga bocah yang pernah kehilangan nyawa di sana, tetapi juga karena persoalan nilai sewa. Saat pemerintah masih mengelola, fasilitas milik Pemkab Trenggalek ini mampu menyumbang rata-rata Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp300 juta per tahun. Namun, setelah Pemkab menyewakan ke pihak ketiga, kontraknya hanya bernilai Rp124 juta per tahun.
Meskipun jumlahnya terlihat lebih kecil, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek justru menilai skema sewa lebih menguntungkan. Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata, Tony Widianto, menjelaskan bahwa PAD Rp300 juta memang masuk kas daerah, tetapi biaya operasional yang ditanggung pemerintah juga sangat besar.
“Kalau hanya melihat pendapatan, memang besar. Tapi di balik itu ada biaya listrik, air, obat pemeliharaan air, hingga gaji karyawan yang juga tinggi. Setelah dikurangi semua, margin yang tersisa kecil sekali,” kata Tony.
PAD Turun, Pemkab Klaim Lebih Untung
Karena alasan itu, Pemkab memilih menerapkan mekanisme sewa. Dengan kontrak Rp124 juta per tahun, daerah tetap menerima pemasukan bersih tanpa harus menanggung biaya rutin. Mereka mengatur skema ini melalui Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pemanfaatan Barang Milik Daerah dengan masa sewa lima tahun.
Tony menambahkan bahwa calon pengelola kolam renang berasal dari Trenggalek sendiri. Awalnya tiga pihak menyatakan minat, namun akhirnya pemerintah menunjuk satu investor perorangan.
“Alhamdulillah investor dari Trenggalek. Kami berharap, selain menghidupkan kembali kolam renang, ia juga mampu menambah setoran PAD,” jelasnya.
Penyewa boleh melakukan renovasi dan menambah fasilitas sesuai kebutuhan. Pada tahun pertama, pengelola wajib memfokuskan upaya untuk mengembalikan fungsi dasar kolam. Setelah itu, mereka bisa mengembangkan usaha secara bertahap.
Dari Tragedi ke Harapan Baru
Masyarakat Trenggalek tentu masih mengingat tragedi yang merenggut tiga bocah di kolam ini. Kini, publik berharap pihak ketiga yang mengelola Jwalita tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga benar-benar menjamin standar keselamatan dan keamanan pengunjung.
Pemerintah menargetkan kolam renang Jwalita beroperasi kembali sebelum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Sekarang sudah mulai dibersihkan dan dirapikan. Harapannya, sebelum akhir tahun kolam sudah bisa dibuka kembali,” ujar Tony.(CIA)
Views: 67
















