Dibiarkan Mangkrak, Kolam Renang Tirta Jwalita Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk Demam Berdarah

oleh
oleh

TRENGGALEK, bioztv.id – Kolam Renang Tirta Jwalita, yang mangkrak sejak tragedi tenggelamnya tiga bocah pada 2023 lalu, kini menjadi perhatian baru di tengah musim penghujan. Genangan air hujan yang mengisi kolam mangkrak tersebut berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, dr. Sunarto, menyebut bahwa genangan air yang dibiarkan dalam waktu lama merupakan tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Kolam renang yang tidak terpakai dan dibiarkan tergenang air hujan sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar dr. Sunarto.

Menurut dr Sunarto, biasanya, jika kolam masih digunakan diberi klorin dan sejenisnya, sehingga nyamuk tidak berkembang. Tetapi untuk kolam yang tidak terpakai, genangan air harus dikuras agar tidak ada jentik nyamuk.

Selain kolam renang, dr. Sunarto menekankan pentingnya membersihkan berbagai tempat lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti tandon air, hingga kamar mandi atau jeding. Menurutnya, masyarakat sering keliru dengan hanya fokus membersihkan selokan, padahal genangan air bersih di rumah tangga menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk.

“Yang perlu diperhatikan itu jeding, tandon air, atau bak mandi di fasilitas umum seperti masjid atau sekolah. Jika seminggu saja tidak dikuras, nyamuk akan bertelur, dan jentiknya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa,” tambahnya.

Gerakan Kuras Jeding Setiap Jumat

Untuk mencegah lonjakan kasus DBD pada 2025, Dinkes PPKB Trenggalek meluncurkan program Kuras Jeding Setiap Jumat. Program ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk secara rutin menguras jeding, minimal smeinggu sekali. Selain itu, kami juga memetakan angka bebas jentik di fasilitas umum seperti sekolah dan masjid, karena anak-anak menghabiskan banyak waktu di tempat tersebut,” jelas dr. Sunarto.

Langkah ini menjadi penting mengingat Trenggalek masih menghadapi ancaman kasus DBD, terutama pada musim hujan seperti saat ini. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada genangan air yang terabaikan.

Dengan perhatian khusus pada kolam renang mangkrak seperti Tirta Jwalita, dr. Sunarto berharap masyarakat lebih peduli terhadap bahaya genangan air yang bisa memicu penyakit mematikan.

“Mari bersama-sama cegah DBD dengan menjaga lingkungan kita tetap bersih dan bebas jentik,” pungkasnya.(CIA)

Views: 1