TRENGGALEK, bioztv.id – Budaya hingga kondisi masyarakat yang berada digaris mental block menjadi tantangan penanganan stunting di Kabupaten Trenggalek. Meski angka stunting saat ini sudah berangsur turun, namun upaya penekanan terus digalakkan. Bahkan upaya penanganan ini libatkan berbagai sektor hingga kader kader perempuan.
sesuai hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) angka Stunting di Trenggalek Tahun 2021 sebesar 18,1% sedangkan pada tahun 2022 menjadi 19,5%. Namun dari hasil hitungan real bulan penimbangan justru turun, yakni dari angka 9% menjadi 6,7%. Perbedaannya, kalau SSGBI dilakukan dengan sampling, sedangkan bulan penimbangan semuanya ditimbang secara rutin. Angka ini menjadi indikator bahwa apa yang dilakukan. pemerintah dan seluruh kader menuai keberhasilan. MEski demikian upaya penekanan angka stunting hingga 0% akan terus digelakkan.
Ketua Tim Peggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menyampaikan, salah satu tantangan penanganan stunting di Trenggalek adalah budaya, kemudian masyarakat yang memang ada digaris mental block. Artinya mereka merasa cukup terhadap apa yang mereka dapatkan. Sehingga meskipun diberikan pendidikan dan pendampingan, kalau mereka merasa itu bukan sebuah masalah, maka intervensinya akan sedikit terhambat. Terkait hal ini Novita tekankan agar seluruh kader bisa memberikan pendekatan agar mereka bisa memahami pentingnya penanganan stunting.
Novita juga menjelaskan, dengan sudah dilakukannya Mou penanganan stunting dengan seluruh kader sepeda keren, pihaknya berharap bisa turut membantu kader PKK disetiap desa untuk mendampingi masyarakat agar memahami masakan masakan yang bergizi dan enak melalui ratusan buku resep yang telah ia bagikan kepada seluruh kader.
Views: 21

















